HOME » BERITA » SEMPAT JEBLOK 100 PERSEN, PEMASARAN DIGITAL MULAI DONGKRAK PENJUALAN MOTOR

Sempat Jeblok 100 Persen, Pemasaran Digital Mulai Dongkrak Penjualan Motor

Sempat turun hingga 100 persen akibat pandemi, penjualan sepeda motor mulai bangkit setelah produsen motor melakukan aktivitas pemasaran dan promosi secara digital.

Selasa, 29 September 2020 12:15 Editor : Nazarudin Ray
Sempat Jeblok 100 Persen, Pemasaran Digital Mulai Dongkrak Penjualan Motor
Ilustrasi booth Kawasaki dalam Jakarta Fair lalu (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Pandemi COVID-19 memberi pukulan telak bagi industri otomotif nasional. Bukan cuma mobil, roda dua juga ikut terpuruk. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat terjadi penurunan hingga 100 persen dari April hingga Mei 2020.

Namun secara perlahan, penjualan sepeda motor mulai bergerak setelah beberapa anggota AISI melakukan terobosan, seperti promosi dan aktivitas pemasaran secara digital dan virtual. Cara ini menurut Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersil Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia AISI, turut mendongkrak penjualan motor hingga Agustus.

"Pola penjualan dan pelayanan kini berbeda. Digitalisasi menjadi cara yang paling efisien saat pandemik. Terjadi perubahan perilaku, ini mendorong perilaku pasar mengantisipasi untuk memberikan beragam program (penjualan). Namun, digitalisasi tidak akan bisa menarik perhatian tanpa adanya sesuatu yang membuat konsumen tertarik," kata Sigit.

1 dari 1 Halaman

Saat ini pembelian motor secara online sudah mulai banyak dilakukan, bahkan produsen sepeda motor melalui dealernya memberikan servis kunjung yang bisa dilakukan secara daring.

"Digitalisasi menjadi cara efektif (menaikkan penjualan). Jadi kami harus menciptakan peluang yang solutif dan inovatif, bukan hanya untuk sementara, tapi untuk ke depan," lanjut Sigit.

Selain itu pihak AISI mendorong anggotanya memberikan penawaran yang memberi nilai tambah bagi konsumen. "Mereka mengharapkan ada nilai tambah, proses yang gampang dan harga terjangkau. Proses juga harus lebih cepat, sederhana dan mudah," katanya.

Sigit menyatakan agar industri roda dua tetap bertahan, perlu dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk dengan pemerintah agar penjualan motor bangkit.

"Industri harus berkolaborasi mulai dari hulu sampai hilir dan melibatkan peran pemerintah untuk kembali mendongkark penjualan sepeda motor. Kita harus bertahan di situasi ini, menyiapkan diri untuk lebih baik, agar recovery pasar lebih siap. Teknologi juga harus dimanfaatkan dengan baik, untuk bisa bertahan," tutup Sigit.

 

BERI KOMENTAR