HOME » BERITA » SEMPAT VIRAL, BEGINI ALASAN SOPIR TAKSI ONLINE YANG DIDUGA AKAN BAWA KABUR PENUMPANG

Sempat Viral, Begini Alasan Sopir Taksi Online yang Diduga Akan Bawa Kabur Penumpang

Polisi kini memeriksa sopir taksi online yang diduga hendak membawa kabur penumpangnya.

Selasa, 11 Februari 2020 15:45 Editor : Dini Arining Tyas
Sempat Viral, Begini Alasan Sopir Taksi Online yang Diduga Akan Bawa Kabur Penumpang
Ilustrasi (Shutterstock/merdeka.com)

OTOSIA.COM - Seorang penumpang membagikan pengalaman tak menyenangkan saat menggunakan jasa taksi online melalui akun media sosialnya. Penumpang berinisial T itu menceritakan bahwa dirinya dibawa ke jalan yang bukan seharusnya.

T pun sudah melaporkan kejadian ini ke Polda Metro Jaya, kemarin (10/2/2020) sore. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, peristiwa itu terjadi lantaran adanya kesalahpahaman antara penumpang dan sopir.

"Keterangan awal dari si sopir emang ada salah menekan langsung ke BSD sehingga yang tadinya tujuan ke Gunawarman langsung ke BSD," terang Yusri, Selasa (11/2/2020).

Kini si sopir taksi online itu diperiksa oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Polisi masih mendalami kasus ini sebelum melakukan gelar perkara untuk menentukan unsur pidana.

"Apakah memenuhi unsur atau tidak, ini masih dipelajari. Kita gunakan asas praduga tak bersalah dulu. Keduanya masih sama-sama mengeluarkan pendapat," tambahnya.

1 dari 2 Halaman

Kronologi

Sebelumnya Cerita seorang wanita viral di media sosial. Dia bercerita saat sopir taksi online dari aplikasi Grab Indonesia diduga akan menculik dia selaku penumpang. Kabar ini dibagikan T selaku korban yang nyaris diculik. Dia membagikan pengalaman nahasnya itu langsung lewat akun Instagram pribadinya.

Korban adalah seorang karyawati yang hendak pergi ke salah satu tempat di Jakarta. Kendati saat perjalanan, menurut T pengemudi mengeluarkan gerak gerik aneh dengan kerap menghubungi seseorang lewat sambungan radio komunikasi atau HT menggunakan kode-kode yang mencurigakan.

Kecurigaan T makin kuat, saat arah mobil semakin melenceng dari titik tujuan seperti dipesan via aplikasi. T yang curiga langsung menghubungi orang terdekat untuk meminta bantuan.

Pengemudi yang mengetahui niat jahatnya terendus memacu mobilnya semakin kencang dan sempat melakukan rem mendadak agar T tidak fokus meminta pertolongan.

2 dari 2 Halaman

Menurut keterangan T di Instagramnya, dirinya sempat memencet tombol darurat yang disediakan aplikasi Grab. Dia pun memberitahu hal itu kepada pengemudi, sehingga T langsung diturunkan di tengah jalan karena takut jejaknya terekam aplikasi tersebut.

Grab Indonesia melalui keterangan resminya mengatakan kejadian yang dialami T sudah diproses. Pihaknya langsung memburu pengemudi tersebut dan menonaktifkan akunnya.

"Terkait insiden ini sudah ditangani langsung oleh satgas Grab saat tombol darurat itu diaktifkan, sesuai dengan komitmen kami untuk memberikan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan oleh penumpang," terang Deputy Director of Publc Affairs, Grab Indonesia, Tirza Reinata, Senin (10/2/2020).

Grab Indonesia sangat berterima kasih atas perhatian seluruh pihak terkait insiden ini dan bersyukur tidak menimbulkan kecemasan lebih lanjut. Hal ini didukung dengan hadirnya emergency button/tombol darurat di platform Grab yang terbukti efektif dalam memberikan keamanan maksimal untuk para pelanggannya.

"Keselamatan dan keamanan merupakan prioritas utama Grab," jelas Tirza.

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR