HOME » BERITA » RAMAI WARGA SATU DESA DI TUBAN BORONG 176 MOBIL BARU, BEGINI FAKTANYA

Ramai Warga Satu Desa di Tuban Borong 176 Mobil Baru, Begini Faktanya

Kepala Desa Sumurgeneng, di Tuban, mengungkapkan tentang viralnya warga satu desa yang membeli mobil secara bersamaan. Dia mengatakan sudah ada 176 mobil baru yang sudah dibeli warganya.

Rabu, 17 Februari 2021 09:33 Editor : Dini Arining Tyas
Ramai Warga Satu Desa di Tuban Borong 176 Mobil Baru, Begini Faktanya
Warga ramai-ramai beli mobil (TikTok/rizkii.02)

OTOSIA.COM - Belum lama ini beredar sebuah video yang menunjukkan deretan truk towing mengangkut mobil baru di media sosial. Truk towing itu tampak antre untuk melintas di sebuah jalan di desa.

Diketahui mobil-mobil baru yang diangkut itu rupanya sedang diantar ke pemiliknya di desa Sumurgeneng, Jenu, Tuban, Jawa Timur. Warga di desa tersebut ramai-ramai membeli mobil baru setelah tanah mereka dibeli oleh Pertamina.

Salah satu videonya dibagikan oleh akun Facebook Berkelana ke grup Facebook jaringan Informasi Tuban (jitu). Belasan mobil bermerek Toyota itu memang akan dikirim ke rumah warga dengan diangkut menggunakan truk towing dan dikawal mobil patroli pengawalan (patwal) polisi.

1 dari 3 Halaman

Kepala Desa (Kades) Sumurgeneng, Gihanto mengatakan, sekelompok warganya membeli mobil itu dari Surabaya. "Ya, pembeliannya berkelompok. Kemarin (Minggu, 14/2) ada 17 mobil yang dibeli dan semuanya baru. Semua mobil merek Toyota," katanya, Selasa (16/2).

Warga membeli mobil baru itu menggunakan uang yang berasal dari pembayaran ganti rugi lahan untuk proyek pembangunan Kilang Tuban atau New Grass Root Refinery (NGRR) di wilayah Kecamatan Jenu. "Warga telah mengambil uang ganti rugi lahan melalui konsinyasi dan sebagian uangnya digunakan untuk membeli mobil," jelas Ghianto.

Sejak pencairan dana ganti rugi, tercatat 176 mobil baru yang dibeli warga di desa itu. Bahkan ada warga yang membeli 2 sampai 3 mobil. ?Ada sekitar 176 mobil baru yang dibeli warga, itu belum yang mobil bekas," jelasnya.

 

2 dari 3 Halaman

Di Desa Sumurgeneng terdapat sekitar 280 warga atau pemilik lahan terdampak proyek pembangunan kilang minyak. Semua warga telah setuju lahannya dijual untuk pembangunan proyek nasional itu.

"Semua warga Sumurgeneng telah setuju lahannya dijual untuk pembangunan kilang minyak," ucap Ghianto yang mengaku baru beli mobil Toyota Avanza warna putih.

Harga ganti rugi lahan milik warga dibanderol dengan rata-rata berkisar Rp 680.000 per meter persegi. Penentuan harga lahan milik warga itu telah diputuskan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) setelah melakukan penghitungan harga melalui appraisal.

"Harga ganti rugi lahan di sini sekitar Rp 600 ribu dan tertinggi Rp 800 ribu per meter persegi," tandasnya.

3 dari 3 Halaman

Ghianto menjelaskan, rata-rata warga Desa Sumurgeneng mendapatkan uang ganti rugi lahan untuk proyek pembangunan kilang minyak sebesar Rp 8 miliar. Ganti rugi terendah Rp 35 juta dan tertinggi Rp 28 miliar. "Yang menerima Rp 28 miliar itu orang Surabaya yang sudah lama memiliki lahan di sini," jelasnya.

Dia memastikan 90 persen penerima ganti rugi menggunakan uangnya untuk membeli mobil. Di samping membeli kendaraan, sekitar 75 persen warga juga kembali membeli tanah, dan 50 persen menggunakan uangnya untuk renovasi rumah. "Kalau untuk usaha sangat kecil atau minim. Rata-rata mereka ingin menikmati uangnya," jelasnya.

Proyek pembangunan kilang minyak yang berada di Kecamatan Jenu itu menelan dana USD 15 miliar hingga USD 16 miliar atau sekitar Rp 225 triliun. Proyek ini menempati area seluas kurang lebih 900 hektare.

Dari luas lahan tersebut, jumlah lahan warga terdampak untuk proyek kilang minyak ini ada 529 bidang berada di tiga desa di Kecamatan Jenu, Tuban. Tiga Desa itu adalah Wadung, Kaliuntu, dan Sumurgeneng.

Penulis: Erwin Yohanes

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR