HOME » BERITA » SEORANG SOPIR OJOL DAN WANITA BERCADAR GEGERKAN KANTOR DEPARTEMEN AGAMA

Seorang Sopir Ojol dan Wanita Bercadar Gegerkan Kantor Departemen Agama

Beberapa hari lalu, Departemen Agama Kota Makassar mengalami kericuhan. Pasalnya, seorang driver ojek online dipaksa menikah oleh perempuan bercadar yang tak ia kenal.

Senin, 19 Maret 2018 12:15 Editor : Cornelius Candra
Foto : liputan6.com

OTOSIA.COM - Beberapa hari lalu, Departemen Agama Kota Makassar mengalami kericuhan. Pasalnya, seorang driver ojek online dipaksa menikah oleh perempuan bercadar yang tak ia kenal.

Dilansir dari Liputan6.com, sopir ojek online bernama Andrew ini mendapat pesanan dari seorang wanita. Dalam pesanan tersebut, ia diminta untuk mengantarkan wanita bernama Suhartini ke Kantor Departemen Agama Kota Makassar pada Rabu, 14 Maret 2018.

Hal mengejutkan terjadi setelah mereka berdua sampai di tujuan. Andrew yang tak menaruh curiga, langsung masuk ke dalam kantor setelah diminta oleh Suhartini. Tiba-tiba, Andrew langsung disodori surat pernikahan dan diminta untuk tanda tangan.

"Awalnya saya diorder untuk antar dia ke Kantor Depag Kota (Makassar). Setibanya disana saya diminta antar dia masuk, eh disuruh tandatangani surat, ternyata surat pernikahan, ya saya tolak dan keluar dari ruangan," kata Andrew, Jumat, 16 Maret 2018.

Sontak, sopir ojek online ini langsung menolak dan keluar dari kantor. Namun, wanita bercadar itu terus mengejar dan membujuk Andrew untuk menikahinya.

Akibat peristiwa ini, beberapa warga dan pengguna jalan yang melintas berdatangan ke area kantor yang terletak di Jalan Rappocini, Kota Makassar itu.

Salah seorang saksi mata bernama Yusran menyatakan bahwa sempat terjadi perdebatan antara keduanya di depan kator.

"Sempat heboh warga, karena dikira ada kejadian apa. Ramai. Katanya ada cewek bercadar paksa tukang ojek online untuk menikahi dirinya," ujar Yusran.

Untungnya kegaduhan itu terhenti setelah pihak kepolisian dtang ke lokasi kejadian. Andrew dan Suhartini pun kemudian dibawa ke Mapolsek Rappocini untuk dilakukan mediasi.

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR