HOME » BERITA » SEPELE, VIDEO IKAN BERENANG JADI SOLUSI ANTI MABUK NAIK MOBIL

Sepele, Video Ikan Berenang Jadi Solusi Anti Mabuk Naik Mobil

Mabuk kendaraan lebih sering dialami oleh penumpang mobil. Sedangkan pengemudi, hampir tidak pernah terjadi kasus pengemudi mabuk kendaraan.

Sabtu, 01 Juni 2019 08:15 Editor : Dini Arining Tyas
Sepele, Video Ikan Berenang Jadi Solusi Anti Mabuk Naik Mobil
Mabuk kendaraan lebih sering dialami oleh penumpang (Zing)

OTOSIA.COM - Mabuk kendaraan lebih sering dialami oleh penumpang mobil. Sedangkan pengemudi, hampir tidak pernah terjadi kasus pengemudi mabuk kendaraan.

Mengapa begitu? Sebab penumpang tak bisa memprediksi tindakan pengemudi selanjutnya. Mabuk kendaraan ini bisa melanda sepertiga dari seluruh penumpang mobil, seperti studi yang dilakukan National Institutes of Health (NIH).

Tapi bagaimana jika pengemudi yang memakai mobil self-driving? Mengingat mobil otonom itu bisa membuat pengemudinya tak harus berkonsentrasi mengarahkan setir kemudi.

Melansir Zing, rupanya hal itu tengah dipikirkan juga oleh Volkswagen. VW mengatakan telah bekerja sama dengna para ilmuwan di Wolfsburg, Jerman untuk mengembangkan teknologi self-propelled car sickness.

1 dari 1 Halaman

Sensor Kulit

Sepele, Video Ikan Berenang Jadi Solusi Anti Mabuk Naik MobilSensor Kulit

Pabrikan Jerman itu banyak melakukan eksperimen untuk mendapatkan solusi atas hal tersebut. Satu di antaranya adala menggunakan strip LED besar berwarna merah atau hijau yang dipasang di kendaraan. Lampu LED itu akan menyala sesuai dengan laju kendaraan. Sehingga pengemudi bisa menebak pergerakan kendaraan self-driving itu. 

Ada juga soal ide mengeser tempat duduk. Namun disebut tak ada solusi spesifik dengan ide ini. VW juga memasang sensor untuk mengukur denyut jantung dan suhu kulit, serta kamera untuk mengamati warna kulit.  

Menariknya lagi, VW juga memasang tablet dan menampilkan video ikan berenang. Hasilnya menunjukkan bahwa jika tak ada video yang menggambarkan gerakan itu, orang yang duduk di mobil akan mabuk. 

 

BERI KOMENTAR