HOME » BERITA » SEPERTI MENIKAH DUA KALI, SEGINI BIAYA BELI MOBIL DI SINGAPURA

Seperti Menikah Dua Kali, Segini Biaya Beli Mobil di Singapura

Senin, 16 April 2018 15:45

Seperti Menikah Dua Kali, Segini Biaya Beli Mobil di Singapura
Foto by Liputan6.com
Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com -

Jika mendengar guyonan membeli mobil baru sama dengan menikah dua kali di Singapura, analogi itu terasa cocok. sebab, harga mobil di Singapura memang tak tanggung mahalnya.

Bahkan, harga satu mobil di Singapura bisa untuk membeli 2 hingga 3 mobil di Malaysia. Dilansir Goodyfeed, Rabu (10/4/2018), ada sederet fakta menarik berkaitan dengan kepemilikan mobil di Singapura.

1. Biaya Mobil

Banyak faktor yang membuat mobil dijual dengan harga yang mahal di Singapura. Termasuk adanya surat keterangan yang didasarkan pada kuota pertumbuhan jumlah kendaraan baru yagn diperbolehkan di Singapura hanya selama 10 tahun, atau lebih dikenal dengan Certificate of Entilement (COE).

Contoh membeli Toyota Camry. Pertama, Anda harus membayar OMV (Open Market Value). Ini adalah biaya yang dibayar untuk dealer karena telah membawa mobil ke Singapura. Berdasarkan data onemotoring.com.sg, biaya Camry sekitar $30.665 atau setara Rp 322 juta.

Lalu GST (Good and Service Tax) sebesar $8.709 atau Rp 91 juta. Ada biaya pendaftaran mobil sebesar $140 atau Rp 1,4 juta. Kemudian pajak pendaftaran mobil tambahan atau dikenal dengan Additional Registration Fee (ARF) yang perhitungannya diambil dari OMV, yakni $34.931 atau mencapai Rp 367 juta.

Di Singapura juga memiliki kebijakan kbru yakni biaya Vehicular Emission Scheme (VES), dimana pembeli mobil baru harus membayar $10.000 (Rp 105 juta). Setelah membayar itu semua barulah mengurus COE, sebagai tanda kepemilikan mobil yang hanya sampai 10 tahun saja.

Biaya COE sebesar $45.289 atau setara Rp 475 juta. Total, Anda harus mengeluarkan $129.734 juta atau Rp 1,3 miliar.

Namun, harga jual di dealer sendiri mencapai $152.988 atau Rp 1,6 miliar, karena tentu dealer mobil juga mencari keuntungan. jadi mobil yang awalnya dihargai $30.000 setelah diimpor ke Singapura harganya menjadi $150.000.

2. Biaya Perawatan

Ketika Anda membuka situs web apa pun, Anda akan melihat bahwa semua dealer menawarkan penjualan dengan cicilan bulanan. Hal pertama yang dipikirkan sebelum menyicil, Anda perlu asuransi, yang bisa mencapai $3.000 per tahun atau Rp 31 juta. Jika Anda masih muda, sisihkan sekitar $250 per bulan.

Lalu ada pengeluaran bensin, yaitu sekitar Rp 2,1 juta hingga Rp 4,2 juta per bulan. Jangan lupa biaya parkir, yang bisa menjadi $110 (Rp1,1 juta) sebulan jika tinggal di sebuah perumahan.

Belum lagi kantor Anda yang akan mengenakan biaya sekitar Rp 1 juta per bulan, dan parkir di luar gedung per jam dapat mencapai Rp 1 juta sebulan. Jika ditotal, dalam satu bulan Anda akan membutuhkan Rp 10,5 juta.

3. Masalah Asuransi

Setiap mobil di Singapura wajib diasuransikan, yang sudah diatur dalam Undang-Undang. Katakanlah kecelakaan terjadi, dan itu bukan kesalahan Anda, maka Anda tak perlu membayar apapun.

Tetapi jika itu adalah kesalahan Anda, maka Anda harus membayar jumlah yang ditentukan dalam polis asuransi, mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 31 juta. Setelah, membayar pun, Anda masih harus mengurus biaya perbaikan.

Inilah sebabnya mengapa pemilik mobil di Singapura selalu memiliki kamera di mobil masing-masing, agar dapat mengetahui jika seseorang melakukan kesalahan dan tidak ada yang melihatnya.

4. Kredit Kendaraan

Untuk mencegah orang jatuh ke dalam utang tak berujung, Anda sekarang dapat meminjam hingga 70 persen dari harga pembelian, dan periode pinjaman maksimum adalah 7 tahun, bukan 10 tahun.

Katakanlah sebuah mobil bernilai $100, maka Anda boleh meminjam $70 hingga 7 tahun, tetapi harus membayar uang muka sebesar $30. Mengingat harga satu kendaraan biasanya lebih dari $100K maka bersiaplah untuk membayar setidaknya $40K tunai untuk mendapatkan mobil baru. Lalu bagaimana dengan mobil bekas?

Aturan yang sama berlaku, kecuali Anda memiliki puluhan ribu dolar, maka tidak usah pusing untuk membeli mobil dengan kredit.

5. Harga Mobil

Saat ini, mobil Toyota baru secara teori bisa lebih mahal daripada BMW berusia sembilan tahun. Alasannya, COE-nya saat itu jauh lebih murah. Dengan kata lain, memang benar bahwa harga mobil di Singapura sangat bergantung pada saat Anda membelinya.

Sekarang, ketika harga COE tinggi, mobil baru dan bekas akan lebih mahal. Jika harga COE rendah bulan depan, harga mobil baru dan bekas akan turun drastis. Maka pengaturan waktu sangat penting.

Sumber: Liputan6.com

 (kpl/tys)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2018-4-16
detail

BERITA POPULER