HOME » BERITA » SEPERTI SEDANG NGETREND, BERBAGAI PABRIKAN MOBIL BERGANTIAN RECALL PRODUK

Seperti Sedang Ngetrend, Berbagai Pabrikan Mobil Bergantian Recall Produk

Satu demi satu pabrikan mobil mengumumkan recall atau penarikan kembali untuk produknya. Tak hanya di Indonesia tapi juga di beberapa negara lain.

Selasa, 21 Juli 2020 18:45 Editor : Dini Arining Tyas
Seperti Sedang Ngetrend, Berbagai Pabrikan Mobil Bergantian Recall Produk
Honda Jazz 2018 versi India (Zigwheel)

OTOSIA.COM - Sejak Januari 2020 hingga menjelang akhir Juli 2020 saat ini, kampanye recall terus dilakukan berbgai merek mobil. Layaknya sedang ngetren, kampanye penarikan kembali akibat terjadinya suatu persoalan pada komponen mobil terus terjadi.

Bahkan, pabrikan mobil seperti bergantian melakukan penarikan produk di pasaran. Jumlah unitnya pun tak tanggung, bahkan ada yang mencapai puluhan hingga ratusan ribu kendaraan yang terimbas.

Permasalahan penarikan kembali itu beragam. Rata-rata, penarikan kembali tujuh bulan pertama tahun 2020 didominasi oleh permasalahan yang ditemukan pada fuel pump alias pompa bahan bakar. Jika komponen ini dibiarkan rusak, bukan tak mungkin kendaraan tak bisa dinyalakan atau mendadak mati.

1 dari 10 Halaman

Sebut saja yang sedang heboh di Indonesia adalah recall mobil Honda. Ada lebih dari 85.000 mobil Honda yang diprediksi terimbas masalah fuel pump. Jika demikian, pabrikan akan mengganti komponen yang rusak itu dengan yang baru. Konsumen pun tak perlu mengeluarkan kocek untuk memperbaiki kendaraannya.

Selain Honda, pabrikan mobil lain juga sebelumnya sudah mengumumkan recall. Tak hanya di Indonesia, tapi juga di berbagai negara. Berikut ulasannya:

2 dari 10 Halaman

Recall Mercedes-Benz

Autocar.co.uk

Dilansir dari The Drive, pada awal Januari 2020 lalu Mercedes-Benz menarik 745.000 unit di Amerika Serikat. Penarikan kembali itu lantaran ditemukan masalah pada sunroof pada model coupe dan sedan.

Sunroof itu ditemukan bisa terlepas dan terbang. Masalah ini disebut sudah diinvestigasi sejak 2017 lalu, sejak Mercedes-Benz menerima laporan tentang masalah ini.

Kampanye recall itu berimbas pada mobil-mobil Mercedes-benz yang diproduksi antara tahun 2001 dan 2011. Khususnya pada semua varian model E-Class 2003-2009, CLS-Class 2007-2011, C-Class 2001-2007, dan CLK-Class 2003-2009.

3 dari 10 Halaman

Recall Toyota dan Lexus

Toyota

Tak berselang lama, sekitar pertengahan Januari giliran Toyota dan Lexus yang mengumumkan recall di Amerika Serikat. Toyota mengumumkan penarikan kembali untuk 696.000 mobil termasuk Lexus.

Permasalah recall terjadi pada fuel pump. "Ini bisa menyebabkan mobil mogok dan mungkin mobil tidak bisa dinyalakan lagi. Jika mobil berhenti saat mengemudi dalam kecepatan tinggi, ini bisa meningkatkan risiko kecelakaan," kata Toyota saat itu dikutip dari Express.co.uk.

Beberapa model yang terimbas recall ini antara lain, Toyota Sienna, Tacoma dan Tundra, serta Avalon dan Corolla 2019. Sedangkan dari Lexus yakni Lexus NX 300, RX 350L dan GS 300 yang diproduksi dua tahun terakhir.

4 dari 10 Halaman

Recall Honda City

Honda Thailand

Tiga bulan usai resmi dirilis di Thailand, Honda City ditarik pada pertengahan Januari 2020. Dikutip dari Indianautosblog.com, masalah penarika kembali itu dipicu oleh bagian window run channel, yakni lapisan karet yang berada di sekitar kaca pintu mobil.

Karet tersebut berfungsi untuk menahan masuknya suara angin ke kabin dan mencegah terjadinya kebocoran saat terjadi hujan. Saat itu, selain melakukan penarikan kembali, Honda juga menunda pengiriman City ke konsumen.

5 dari 10 Halaman

Recall Airbag Toyota

wired.com

Masih di periode pertengahan Januari 2020, Toyota kembali mengumumkan recall akibat permasalahan airbag. Masalah serupa juga sempat terjadi pada pertengahan 2019 lalu.

Dikutip dari Reuters, saat itu ada 3,4 juta mobil Toyota yang terdampak recall di seluruh dunia. Model-model tersebut yakni Toyota Corolla 2011-2019, Toyota Avalon 2012-2018, Toyota Avalon Hybrid 2013-2018, dan Toyota Matrix 2011-2013.

Permasalahan pada airbag itu dipicu adanya malfungsi pada sistem elektronik. Sehingga airbah hanya mengembang sebagian. Bahkan bisa tidak mengembang sama sekali ketika terjadi kecelakaan.

6 dari 10 Halaman

Recall Toyota dan Lexus: Engine Failure

topspeed.com

Awal Februari 2020, Toyota kembali mengumumkan recall untuk beberapa produk termasuk Lexus yang menggunakan mesin 2.5L inline 4-silinder produksi September 2019 hingga Januari 2020. Total ada sekitar 44.000 mobil yang terimbas.

Model yang terimbas recall yakni Toyota Camry, Camry Hybrid, Avalon Hybrid, RAV4 dan RAV4 Hybrid. Sedangkan Lexus hanya ES 300h.

Penarikan kembali dilakukan lantaran diketahui adanya potensi kerusakan apda blok mesin karena kesalahan pabrikan. Dikhawatirkan, kerusakan itu menyebabkan mesin overheat atau parahnya terbakar. Tanda kerusakan pada blok mesin itu sebenarnya bisa dilihat dari lampu indikator peringatan atau suara mesin yang kasar dan berasap pada beberapa kasus.

Berikut rincian tipe mobil yang terkena recall:

1. Toyota Camry 2020, produksi antara 12 September 2019 dan 15 Januari 2020.

2. Toyota Camry Hybrid 2020, produksi antara 16 September 2019 dan 19 Desember 2019.

3. Toyota RAV4 2019 dan RAV4 2020, produksi antara 12 September 2019 dan 20 November 2019.

4. Toyota RAV4 Hybrid 2019 dan RAV4 Hybrid 2020, produksi antara 12 September 2019 dan 10 Desember 2019.

5. Lexus ES 300h 2020, produksi 16 September 2019 dan 18 Desember 2019.

6. Toyota Avalon Hybrid 2020, produksi 16 September 2019 dan 13 Desember 2019.

7 dari 10 Halaman

Recall Mitsubishi Indonesia

Otosia.com/Nazarudin Ray

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menarik 1.220 unit kendaraan akibat masalah Engine Auto Tensioner pada akhir Februari 2020. Hal ini bisa menyebabkan tekanan atau gaya tahanan geser (sliding resistance force) menjadi tinggi seiring umur pemakaian sehingga memengaruhi durabilitas komponen tersebut.

Dampak lainnya, komponen yang tidak sempurna ini dapat berpotensi menyebabkan dudukan Engine Auto Tensioner yang dibautkan ke blok mesin retak saat mesin sedang digunakan dalam kondisi beban/putaran tinggi secara berulang (overload driving).

Dalam kondisi terburuk, Engine Auto Tensioner akan patah/pecah dan drive belt yang berfungsi sebagai penerus putaran mesin untuk menyatukan putaran pompa oli power steering, putaran alternator serta putaran pompa air sirkulasi cairan pendingin radiator ini terlepas.

Saat drive belt terlepas ini berakibat pada lampu engine check menyala, kehilangan tekanan oli power steering, performa baterai/accu menurun, dan mesin menjadi overheat.

Kampanye perbaikan (Field Fix Campaign) meliputi Lancer EX tahun produksi 2008-2010 (1.217 unit), Outlander Sport tahun pembuatan 2010-2011 (2 unit), dan Delica tahun 2010 (1 unit).

 

8 dari 10 Halaman

Recall Toyota Alphard dan Vellfire

Toyota

PT Toyota Astra Motor (TAM) mengumumkan recall untuk MPV mewah Toyota Alphard dan Toyota Vellfire pada Mei 2020. Penarikan kembali ini dilakukan setelah ditemukan masalah pada komponen keselamatan, yakni malfungsi pada seatbelt atau sabuk pengaman.

"Kami memang akan melakukan seatbelt replacement karena ada yang tidak beres di komponen tersebut. Karena ini juga berkaitan dengan keselamatan jadi harus segera dilakukan," jelas Marketing Director PT TAM, Anton Jimmy Suwandi.

Anton menyebut bahwa total ada 305 unit Toyota Alphard dan Toyota Vellfire yang terdampak program recall ini. Keduanya merupakan produk keluaran Agustus-September 2019 lalu.

9 dari 10 Halaman

Recall Massal Honda

Honda

Pada pertengahan Juni, Honda mulai merecall beberapa produknya akibat terjadi kesalahan pada fuel pump. Ada Honda Brio, Amaze, Mobilio, Jazz, Jazz HEV, WR-V, City, City HEV, BR-V, HR-V, HR-V HEV, CR-V, Civic, dan Accord.

Dari deretean tipe mobil itu, penarikan kembali dilakukan untuk model-model yang diproduksi pada 2017 hingga 2019. Hanya saja setiap tipe berbeda tahun.

Recall ini juga tak hanya dilakukan di Indonesia, tapi juga di beberapa negara lain. Berikut beberapa daftarnya:

- India: 65.651 unit

- Vietnam: 19.219 unit

- Malaysia: 55.354 unit

- Indonesia: 85 025 unit.

Recall Mitsubishi Xpander di Indonesia

Otosia.com/Nazarudin Ray

Akhir Juni 2020 lalu, Mitsubishi kembali mengumumkan recall untuk Mitsubishi Xpander. Ada 139.111 unit yang terimbas dalam penarikan kembali akibat masalah fuel pump.

Mitsubishi menyatakan kemungkinan yang jadi biang keroknya adalah impeller memuai dan berubah bentuk, kemudian bergesekan dengan bagian di sekitarnya, sehingga impeller tersebut berhenti berputar.

10 dari 10 Halaman

Recall Suzuki dan Toyota

Suzuki Baleno India (Carwale.com)

Maruti Suzuki India Limited (MSIL) mengumumkan recall atau penarikan kembali untuk dua model mobil, yakni Suzuki WagonR dan Suzuki Baleno. Total unit yang terimbas recall kali ini mencapai 134.885 mobil

Dilansir dari LiveMint, Suzuki WagonR yang terimbas yakni WagonR versi mesin 1.0L yang diproduksi antara 15 November 2018 dan 15 Oktober 2019. Sedangkan Baleno adalah versi bensin yang diproduksi antara 8 januari 2019 dan 4 November 2019.

Secara rinci ada 56.663 unit WagonR dan 78.222 unit Baleno yang terimbas recall akibat adanya dugaan masalah pada fuel pump. MSIL akan menghubungi para pemilik mobil.

Tapi konsumen juga bisa melakukan pengecekan apakah mobilnya termasuk yang masuk dalam kategori recall dengan cara identifikasi melalui nomor sasis. Konsumen bisa memasukkan nomor sasis kendaraan ke website Suzuki Nexa dan mengikuti instruksi.

Sementara itu, kembaran Suzuki Baleno, yakni Toyota Glanza juga ditarik. Toyota Kirloskar Motor (TKM) mengumumkan akan menarik sekitar 6.500 unit hatchback premium mereka akibat fuel pump yang bermasalah.

Toyota Galnza sendiri merupakan versi rebadge dari Suzuki Baleno. Toyota Glanza bahkan diproduksi oleh Maruti Suzuki dan dikirim langsung ke dealer Toyota.

Toyota Glanza yang terimbas recall adalah produk yang dibuat antara 2 April 2019 dan 6 Oktober 2019. Sebagai informasi, Toyota dan Suzuki memang sepakat bekerja sama sejak Maret 2018.

Toyota Glanza adalah kendaraan pertama dari hasil berbagi platform dan powertrain dari kedua pabrikan asal Jepang itu. Masih ada beberapa kendaraan lain yang masuk dalam daftar kerja sama berbagai platform keduanya.

BERI KOMENTAR