HOME » BERITA » SEPI MOBIL YANG MELINTAS, JALAN TOL TRANS SUMATERA RAWAN KEJAHATAN

Sepi Mobil yang Melintas, Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Kejahatan

Jalan Tol Trans Sumatera yang sepi trafik memang rawan kriminal, seperti pembegalan hingga pemalakan

Selasa, 01 Desember 2020 19:15 Editor : Ahmad Muzaki
Sepi Mobil yang Melintas, Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Kejahatan
Gerbang Tol Kayuagung Tol Trans Sumatra (Dok. Humas Pemkab OKI Sumsel / Nefri Inge)

OTOSIA.COM - Pengerjaan Jalan Tol Trans Sumatera sampai saat ini terus dikebut. Jika sudah selesai, maka dari Bakauheni di Lampung hingga Aceh bakal tersambung. Hanya saja ada kabar miring mengenai jalan tol ini. Karena beberapa ruas tol masih sepi, jalan tol ini dinilai rawan kriminal.

Perkumpulan Perusahaan Multimoda Transportasi Indonesia (PPMTI) mengemukakan, sejumlah ruas di Jalan Tol Trans Sumatera yang sepi trafik memang rawan kriminal seperti pembegalan hingga pemalakan sejak mulai beroperasi pada 2018.

1 dari 6 Halaman

Apalagi Jalan Tol Trans Sumatera masih minim penerangan. Sehingga benar-benar rawan kriminal saat di malam hari.

"Kalau di Trans Sumatera itu kejadian biasanya malam. Karena mobil jarang dan penerangan kurang," kata Sekjen PPMTI Kyatmaja Lookman kepada Liputan6.com, Selasa (1/12/2020).

Namun demikian, Kyatmaja mengatakan, dalam waktu dekat ini ia belum lagi menerima laporan terkait aksi kriminal di Jalan Tol Trans Sumatera.

"Udah lama itu kabarnya. Akhir-akhir ini saya belum ada kabar lagi," ujar dia.

2 dari 6 Halaman

Sebelumnya, PT Hutama Karya (Persero) selaku operator Jalan Tol Trans Sumatera sempat mengutarakan banyaknya tantangan yang harus diselesaikan di masa awal pengoperasian tol. Salah satunya terkait potensi tindak kriminal di sekitar.

Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto menyampaikan, volume lalu lintas kendaraan di berbagai ruas Tol Trans Sumatera saat ini masih tercatat rendah, sehingga berpotensi mengundang kejahatan.

3 dari 6 Halaman

Tapi, ia menegaskan, Hutama Karya telah mengantisipasi hal tersebut dengan mempersiapkan sejumlah tim patroli yang siaga mengawal aktivitas di Jalan Tol Trans Sumatera secara non-stop.

"Dengan trafik yang rendah ini mengundang kejahatan. Oleh karena itu kami menyediakan patroli tiap saat, sehingga para pengguna tol ini akan aman dari gangguan keamanan di sekitar tol," ujar Budi Harto dalam sesi webinar beberapa waktu lalu.

4 dari 6 Halaman

Jalan Tol Trans Sumatera Telah Tersambung 513 Km

Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Sigli?Banda Aceh seksi 4 (Indrapuri?Blang Bintang) sepanjang 13,5 km

Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Budi Harto melaporkan, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) hingga saat ini telah tersambung sepanjang 513 km.

Pembangunan jalan bebas hambatan ini dilakukan sesuai mandat dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 100 Tahun 2014 yang diperbaharui pada Perpres Nomor 117 Tahun 2015 tentang Penugasan Jalan Tol Trans Sumatera.

"Saat ini telah beroperasi sepanjang 513 km dan sedang dibangun 614 km," kata Budi Harto dalam sesi webinar, Rabu (25/11/2020).

5 dari 6 Halaman

Proyeksi besarnya, Jalan Tol Trans Sumatera ini akan tersambung sepenuhnya dari Lampung hingga Aceh pada 2024. "Adanya jalan tol ini akan membangun peradaban baru. Tiap 50 km adalah rest area dimana orang bisa istirahat, belanja, makan, dan lain sebagainya," sambungnya.

Namun demikian, Budi Harto mencatat masih ada sejumlah pekerjaan rumah dalam pembangunan jalan tol ini. Salah satunya masih banyaknya kendaraan berlebih muatan atau over dimension over load (ODOL) yang memaksa masuk jalan tol.

"Ini merusak jalan tol dan juga mengancam keselamatan pengguna tol. Karena keberadaanya ini tidak standar dengan desain jalan tol ini," keluhnya.

6 dari 6 Halaman

Tak hanya itu saja, volume lalu lintas yang minim membuat Jalan Tol ini rawan tindak kejahatan. Dia menyebutkan jika trafik kendaraan yang rendah memicu kriminalitas.

"Oleh karena itu kami menyediakan patroli tiap saat, sehingga para pengguna Jalan Tol Trans Sumatera akan aman dari gangguan keamanan di sekitar tol. Kami juga menyediakan fasilitas penyelamatan, kesehatan, dan juga pengamanan kendaraan," ujar Budi Harto.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR