HOME » BERITA » SERANGAN COVID-19, PRODUSEN MOBIL DI INDIA RAMAI-RAMAI TUTUP PABRIK

Serangan COVID-19, Produsen Mobil di India Ramai-Ramai Tutup Pabrik

Beberapa produsen mobil dan sepeda motor di India memilih untuk menutup pabriknya hingga 31 Maret 2020 terkait dengan penyebaran virus Corona.

Jum'at, 27 Maret 2020 09:15 Editor : Dini Arining Tyas
Serangan COVID-19, Produsen Mobil di India Ramai-Ramai Tutup Pabrik
Renault India (Rushlane)

OTOSIA.COM - Pabrik mobil di India mulai ditutup akibat serangan virus Corona di Tanah Hindustan itu. Setidaknya hingga Kamis (26/3/2020) tercatat 649 kasus COVID-19 terjadi di India.

Tentu seperti negara-negara lain, pemerintah India meminta warganya untuk tetap tinggal dirumah untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Hal ini juga ditanggapi positif oleh produsen mobil yang memiliki pabrik perakitan di India.

Dilansir dari Rushlane, ada banyak jenama otomotif yang menutup pabriknya. Sebut saja Toyota, Suzuki, Honda, Renault, Yamaha, GM, Mahindra, Fiat, Tata, Mercedes, JCB, Hero, Bajaj, dan Volkswagen.

1 dari 2 Halaman

Rushlane.com

Rata-rata mereka menutup pabriknya hingga 31 Maret 2020. Mereka menyebut bahwa kesehatan dan keselamtan pekerjanya adalah hal utama.

Selama penutupan, beberapa pabrikan juga memutuskan untuk melakukan pembersihan, termasuk disinfeksi, untuk memastikan bahwa pabrik mereka terbebas dari COVID-19 ketika karyawan kembali bekerja.

Di sisi lain, itu artinya industri otomotif India akan menghadapi situasi yang lebih sulit. Disebutkan bahwa selama 18 bulan terakhir, industri otomotif India menghadapi perlambatan yang parah karena faktor ekonomi dan permintaan yang sedikit.

2 dari 2 Halaman

Tahun-tahun yang akan datang pun, pasar otomotif India diprediksi tak akan terlalu menjanjikan. Ditambah saat ini anyak produsen yang memilih menangguhkan produksi mereka akibat Corona.

Hal ini diprediksi membuat industri otomotif kehilangan INR 130 miliar hingga INR 15 miliar jika terjadi shutdown selama 10 hari. Dengan kata lain, itu artinya mereka kehilangan INR 13 miliar sampai INR 15 miliar per hari. Sementara itu, sektor otomotif yang berpenghasilan kotor sekitar INR 20 miliar per hari memberikan kontribusi 7,5 persen terhadap PDB India.

BERI KOMENTAR