HOME » BERITA » SERING BERKENDARA DI SITUASI JALAN MACET, ASURANSI APA YANG TEPAT?

Sering Berkendara di Situasi Jalan Macet, Asuransi Apa yang Tepat?

Mengemudikan mobil yang kerap menghadapi kemacetan rentan bersenggolan dengan sepeda motor. Dalam kondisi ini pintar-pintarlah memilih jenis asuransi

Jum'at, 28 Mei 2021 19:15 Editor : Nazarudin Ray
Sering Berkendara di Situasi Jalan Macet, Asuransi Apa yang Tepat?
Ilustrasi mengemudi di lalu lintas padat (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Kondisi lalu lintas perkotaan yang padat menuntut kehati-kehatian dari pengendara. Baik pengedara mobil ataupun sepeda motor harus rela saling berbagi jalan yang sama dengan tingkat kepadatan yang tinggi.

Situasi jalan yang demikian kerap menimbulkan insiden yang tidak diinginkan, seperti bersenggolan atau mobil tidak sengaja menabrak sepeda motor yang menyebabkan pengendaranya mengalami luka-luka.

Kalau seandainya terjadi demikian, mana asuransi yang tepat untuk dipilih dalam kondisi menghadapi kepadatan dan kemacetan hampir setiap hari?

1 dari 7 Halaman

Secara garis besar, asuransi mobil terbagi menjadi dua jenis, total loss only (TLO) komprehensif. Komprehensif atau yang sering disebut dengan istilah all risk akan memberikan ganti rugi jika kendaraan nasabah mengalami kerusakan ringan hingga parah maupun hilang.

Premi dari asuransi ini memang cenderung lebih mahal daripada TLO. Namun, risiko berkendara di kota dengan kemacetan tinggi juga cukup tinggi. Potensi mobil baret-baret atau penyok karena menabrak atau ditabrak tentu cukup besar terutama jika mobil tersebut sering digunakan pemiliknya.

Asuransi komprehensif tentu akan menanggung ganti rugi atas risiko-risiko di atas. Meski demikian, harus ada perluasan jaminan jika memang aktif berkendara dan tinggal di kota yang memiliki tingkat kemacetan tinggi.

2 dari 7 Halaman

Menurut Aulia Akbar CFP, perencana keuangan dan financial educator Lifepal, berkendara dalam kondisi lalu lintas demikian, pemilik kendaraan perlu mempertimbangkan perluasan jaminan tanggung jawab hukum pihak ke III.

Misalnya mobil tidak sengaja menabrak pengendara motor. Pengendara motor itu pun mengalami luka-luka, dan karena asuransi mobil memiliki jaminan pertanggungan TJH III, Anda bisa menanggung biaya pengobatan pengendara motor yang Anda tabrak.

"Tambahan perlindungan ini memang tidak wajib diambil. Namun, tampaknya sangat bermanfaat bila Anda cukup aktif berkendara setiap harinya," katanya.

3 dari 7 Halaman

Saat macet mobil rentan bersenggolan dengan sepeda motor

Pada intinya, tanggung jawab hukum pihak ke III (TJH III) akan menanggung kerugian yang disebabkan karena tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir, atau kebakaran yang disebabkan oleh ?kendaraan lain yang berdekatan?.

"Selain itu TJH III juga bisa memungkinkan para pemilik polis untuk mengganti kerugian dari orang lain yang disebabkan si pemilik polis. Anggap saja, Anda menabrak mobil seseorang dan orang yang bersangkutan menuntut ganti rugi, maka asuransi Anda bisa memperbaiki mobilya," terang Aulia Akbar.

4 dari 7 Halaman

Fasilitas mobil pengganti

Aulia juga menyarankan memilih asuransi yang memiliki fasilitas fitur mobil penganti. Pasalnya akan sulit melakukan mobilitas jika ada klaim yang berjalan untuk perbaikan mobil. Fasilitas mobil pengganti tentu tidak bisa digunakan secara terus menerus, dan memiliki batas pemakaian, umumnya 5 x 24 jam.

"Kenalilah prosedur penggunaan fasilitas ini dengan baik, dan lakukan koordinasi bersama ke bengkel rekanan asuransi seputar proses perbaikan mobil. Hal ini tentu sangat berguna untuk menentukan berapa lama Anda akan menggunakan mobil pengganti tersebut," tukasnya.

5 dari 7 Halaman

Jaminan kecelakaan

Kecelakaan akan menimbulkan risiko menguras sisi kantong bukan hanya karena reparasi mobil, melainkan juga karena kita harus melakukan perawatan pascakecelakaan.

Sebagian asuransi mobil bisa memberikan santunan kepada diri sendiri atau keluarga jika kita mengalami kecelakaan di jalan raya.

6 dari 7 Halaman

Jangan hanya fokus ke jaringan bengkel

Jaringan bengkel yang banyak belum tentu menjadi nilai tambah ketika ingin memilih asuransi mobil. Namun, perhatikan pula layanan servis dari bengkel terkait.

"Apa jadinya jika suatu waktu mobil kita menjalani perbaikan namun setelah perbaikan berlangsung, ternyata masih ada komponen lain yang rusak? Atau bisa saja, perbaikan itu sama sekali tidak memenuhi standar, hal itu bisa menimbulkan masalah baru," katanya.

7 dari 7 Halaman

Karena itu, lanjutnya, pilih asunrasi mobil yang menyediakan garansi jika ada masalah dalam perbaikan mobil. Garansi perbaikan bengkel tentu sangat dibutuhkan lantaran pemiliknya harus selalu memastikan bahwa mobil yangdigunakan selalu dalam keadaan prima.

"Pada intinya, jangan terburu-buru ketika memilih tambahan manfaat. Makin banyak tambahan yang diambil tentu makin mahal preminya," pungkas Aulia Akbar.

BERI KOMENTAR