HOME » BERITA » SERING JADI KAMBING HITAM, REM MILIK BUS BERBEDA DENGAN MOBIL BIASA

Sering Jadi Kambing Hitam, Rem Milik Bus Berbeda Dengan Mobil Biasa

Rabu, 03 Mei 2017 17:00

Sering Jadi Kambing Hitam, Rem Milik Bus Berbeda Dengan Mobil Biasa
Foto: Merdeka.com
Editor : Fitradian Dhimas

Otosia.com - Dunia transportasi Indonesia tengah berduka, tercatat selama bulan April dua kali kecelakaan maut di jalur Puncak, Jawa barat yang merenggut banyak korban jiwa, dengan penyebab kecelakaan yang nyaris serupa, yaitu rem blong.

Mungkin terdengar sepele, namun perlu diketahui bahwa rem yang digunakan oleh bus cukup berbeda dengan yang terdapat pada mobil.

Pada mobil, umumnya rem yang digunakan menggunakan rem hidrolis, sedangkan pada bus lebih mempercayakan rem angin, atau air brake.

Penggunaan rem angin, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penggunaan rem biasa. Tetapi memang hanya perlu menekan pedal rem seperti biasa. Untuk pengaturan kekuatan pengereman, bisa diatur dari ketinggian.

Jika ingin melakukan pengereman lebih besar, maka perlu tekanan pedal rem yang lebih dalam. Sebaliknya, untuk melakukan pengereman ringan, hanya perlu menekan pedal rem sedikit demi sedikit.

Didalam pedal sistem rem angin, terdapat sebuah katup yang akan mengatur volume serta tekanan udara yang mengalir ke rem. Semakin banyak volume udara yang dialirkan, semakin besar pula energi pengereman yang didapat.

Namun semua itu sia-sia jika kondisi tekanan udara didalam air tank kecil atau kosong. Hal ini bukan hanya sia-sia tapi juga berbahaya.

Udara bertekanan didalam air tank akan disuplai sebagai tenaga pengereman. Jika tekanan udara ini kosong, otomatis tenaga pengereman juga kecil dan akibatnya fatal.

Oleh karena itu, sebelum melakukan perjalanan pastikan kondisi air tank dan kompressor angin bekerja normal. Bagaimana cara mengetahui kinerja kedua komponen itu ?

Pada dasboard bus biasanya terdapat air pressure gauge atau meter pengukur tekanan angin yang akan menunjukan berapa tekanan angin didalam air tank. Saat mesin menyala, harusnya jarum pada alat ini bergerak hingga tekanan maksimal.

Saat tekanan mencapai maksimal, akan terdengar bunyi cetusan. Suara itu berasal dari check valve didalam tanki. Tujuanya untuk menjaga tekanan didalam tanki tidak berlebihan. Namun saat tekanan dibawah normal biasanya ada indikator khusus pada dasboard.

Ketika bunyi tersebut timbul, maka jarum pada alat akan berhenti bergerak meski mesin masih menyala. Dan harusnya tidak turun sebelum digunakan.

Saat pedal rem diangkat, maka akan terdengar juga suara khas rem angin. Itu menandakan udara yang dipakai untuk pengereman tidak dimasukan kembali kedalam tangki udara, melainkan dibuang ke udara bebas. Sehingga keberlangsungan kinerja kompresor dan check valve pada tanki harus terjaga.

Namun, yang sering dijumpai adalah ketika check valve tersumbat. Hal ini bukan hanya menyebabkan tekanan berlebih pada tanki, tapi juga ada embunan air yang terjebak didalam tanki. Karena selain menjaga tekanan udara, check valve juga berfungsi untuk membuang kandungan air.

Solusinya,sumbatan pada check valve dapat dibersihkan menggunakan jarum. Cukup bersihkan lubang check valve menggunakan jarum hingga kotoran keluar dan bersih. Setelah itu, pada check valve terdapat kontrol manual untuk membuang udara didalam tanki. Jika ditarik, maka udara serta air akan keluar dari tanki.

(kpl/fdk)







Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-5-5
detail

BERITA POPULER