HOME » BERITA » SETAHUN INSIDEN TABRAK LARI DI FLYOVER MANAHAN TAK BERUJUNG, KELUARGA GELAR RUWATAN

Setahun Insiden Tabrak Lari di Flyover Manahan Tak Berujung, Keluarga Gelar Ruwatan

Pelaku tabrak lari pada 1 Juli 2019 di flyover Manahan, Solo, hingga kini belum ditemukan. Akibatnya, keluarga korban menggelar ruwatan di bawah flyover itu.

Jum'at, 03 Juli 2020 12:15 Editor : Dini Arining Tyas
Setahun Insiden Tabrak Lari di Flyover Manahan Tak Berujung, Keluarga Gelar Ruwatan
Ruwatan kelurga korban tabrak lari di flyover Manahan, Solo (Merdeka.com/Arie Sunaryo)

OTOSIA.COM - Sudah setahun sejak peristiwa tabrak lari di flyover Manahan Solo. Kala itu, korban Retnoning Tri (54) ditabrak Toyota Yaris sekitar pukul 02.30 WIB, 1 Juli 2019 lalu.

Kini kasus terseut tak ada ujungnya. Tak ada tanda-tanda pelaku tabrak lari itu ditemukan. Sebagai bentuk kekecewaan, keluarga korban menggelar ruwatan di bawah jembatan layang tersebut.

"Kami melakukan ruwatan siang ini untuk mendoakan agar pelaku bisa segera terungkap," ujar suami korban, Marthen Jelipele, Rabu (1/7/2020) disitat dari Merdeka.com.

1 dari 2 Halaman

Ritual ruwatan dilakukan dengan membaca doa dalam bahasa Jawa, membakar arang serta tabur bunga. Dalam doa yang dibacakan tersebut, keluarga berharap bisa mendapatkan keadilan.

"Sudah setahun ini, tidak ada kejelasan. Kami sekeluarga berharap pelaku segera ditemukan," katanya.

Marthen mengaku masih seiring mendapatkan laporan kepolisian terkait kasus tersebut, setiap beberapa bulan sekali. Namun ia kecewa, tak pernah ada perkembangan. Sekitar dua bulan lalu bahkan dari kepolisian datang untuk memberikan tali asih, namun ditolaknya.

"Saya Langsung tolak, saya bilang masih kuat membiayai sekolah anak. Yang saya minta hanya keadilan," tandasnya.

2 dari 2 Halaman

Pengacara keluarga, Arif Sahudi, menambahkan pihaknya masih mengawal proses hukum kasus yang melibatkan sebuah mobil Toyota Yaris tersebut. Namun selama pandemi Covid-19, membuat proses hukum harus terhambat. Pihaknya bisa memaklumi kondisi tersebut.

"Kami coba dengan cara budaya, karena proses hukum terhambat. Siapa tahu dengan jalan ini pelaku bisa ketemu atau menyerahkan diri," katanya.

Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Afrian Satya Permadi, menyampaikan, dirinya telah membaca berkas kasus kecelakaan itu. Pria yang baru saja menjabat itu berjanji tetap akan mengusutnya.

"Kami masih terus menyelidiki kasus ini. Harapan kita jika masyarakat mendapatkan informasi baru, bisa turut membantu kami," pungkas dia.

BERI KOMENTAR