HOME » BERITA » SHOCK BELAKANG SEPEDA MOTOR RUSAK, BEGINI CARA DETEKSINYA

Shock Belakang Sepeda Motor Rusak, Begini Cara Deteksinya

Memberikan kenyamanan saat berkendara, komponen shockbreaker menjadi sangatlah penting perannya. Apalagi saat boncengan, peran shockbreaker bagian belakang menjadi penentu kenyamanan yang dibonceng tentunya.

Jum'at, 21 Desember 2018 17:15 Editor : Ahmad Muzaki
Ilustrasi shockbreaker belakang Harley Davidson (motorcycle-usa.com)

OTOSIA.COM - Memberikan kenyamanan saat berkendara, komponen shockbreaker menjadi sangatlah penting perannya. Apalagi saat boncengan, peran shockbreaker bagian belakang menjadi penentu kenyamanan yang dibonceng tentunya. Terkait peredam kejut bagian belakang, sebenarnya komponen ini termasuk kategori pemakaian yang cukup lama. Namun, berapa lama peredam kejut bagian belakang harus diganti?

Seperti disitat laman resmi Suzuki Indonesia, shockbreaker sendiri memiliki masa pakai, meskipun tidak ada patokan pasti berdasarkan apa. Pasalnya, masa pakai shockbreaker tergantung dari pemakaian pengendara, serta kondisi jalan yang sering dilalui.

Nah, bagi pemilik sepeda motor, ada baiknya jika Anda mulai melakukan pengecekan ketika motor sudah memasuki usia pakai di atas dua tahun lebih.

Patokan dari sisi jarak atau waktu memang tidak ada, tapi ada baiknya kita melakukan pengawasan sendiri.

Lakukanlah pengecekan detail jika motor sudah dipakai lebih dari dua tahun, walaupun belum tentu rusak atau harus diganti, tapi paling tidak kita sudah bisa mendeteksi lebih dulu.

Dari sisi pemakaian, shockbreaker belakang lebih sering bekerja ekstra karena hampir semua berat motor dan pengendara bertumpu pada suspensi belakang.

Itulah sebabnya, jika motor sudah cukup lama dipakai, sebaiknya pemilik mulai meluangkan waktu untuk mengecek kondisi peredam kejut tersebut.

Lalu, bagaimana cara mendeteksinya?

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kerusakan shockbreaker, pertama dengan melakukan pemantauan pada kondisi fisik shock belakang.

Coba cek, apakah terdapat rembesan oli atau tanda adanya kebocoran. Jika ada, maka dalam jangka waktu tertentu harus segera diganti.

Langkah kedua, dengan langsung mengetesnya. Tapi sebaiknya dilakukan dengan berboncengan. Ketika melintasi jalan yang banyak polisi tidur akan terasa, apakah sok banyak goyang dan berayun atau tidak.

Pertanda shockbreaker rusak adalah ritme ayunan yang banyak. Hal ini dikarenakan hanya per saja yang berfungsi. Sedangkan komponen lainnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/ahm)

BERI KOMENTAR