HOME » BERITA » SIAPA SANGKA DAIHATSU PERNAH BIKIN CHARADE SEGANAS INI

Siapa Sangka Daihatsu Pernah Bikin Charade Seganas Ini

Kamis, 28 September 2017 20:15

Siapa Sangka Daihatsu Pernah Bikin Charade Seganas Ini
Foto: Daihatsu
Editor : Fitradian Dhimas Mobil Terkait : Mobil Daihatsu Charade Dijual

Otosia.com - Pada tahun 1982, ajang reli dunia (WRC) mengganti regulasi dengan formula Group B, dimana pabrikan mobil wajib membuat 200 mobil dengan berat minimum dan ukuran mesin saja yang dibatasi, dan lainnya dibebaskan.

Peugeot, Toyota, Renault, Audi, Mazda, Lancia, Ford, Nissan, Opel dan Citroën berbondong-bondong membuat mobil dengan spek Group B yang memiliki tenaga monster.

Rupanya, ada 1 pabrikan yang tidak ingin ketinggalan, yaitu Daihatsu. Namun, merek asal Jepang ini enggan untuk terjun di kelas utama, sehingga bertahan di level yang lebih rendah, yaitu kelas 1.300 cc.

Karena kelas ini minim peminat dan jarang publikasi, hasilnya hanya ada 1 pesaing saja, yaitu Citroën Visa Mille Pistes, menguasai Group B 1.300 cc.

Disini lah Daihatsu ingin berkompetisi, sekaligus ingin menguatkan citra Daihatsu sebagai produsen mobil berukuran mungil agar lebih dikenal di Eropa dengan menggunakan produk andalannya, Charade.

Varian yang tersedia di Charade generasi ke-2 (G11) serta generasi ke-3 (G100) ini memang termasuk dahsyat. Bayangkan, Daihatsu Charade yang identik dengan mobil irit & lamban, berubah menjadi monster kecil yang mampu memangsa mobil berukuran lebih besar! Tentu ini berkat mesin baru CB60 yang dipasang turbo IHI.

Di versi JDM sendiri, ada varian bernama DeTomaso Charade 926 Turbo yang merupakan versi homologasi untuk kejuaraan reli Grup B.

Hatchback yang hanya dibuat 200 unit ini memakai mesin CB60 yang awalnya memiliki kapasitas 993cc, disunat menjadi 926cc agar sesuai dengan regulasi kelas 1.300cc.

Namun, Daihatsu masih kurang puas akan 926 Turbo. Pada tahun 1985, Daihatsu memperkenalkan varian homologasi baru di Tokyo Auto Show bernama 926R yang sangat menggemparkan, dengan desain widebody yang cukup spektakuler.

Daihatsu merancang 926R dengan konfigurasi mesin MR, alias posisi mesin ditengah, dengan tujuan agar pembagian bobot yang lebih merata, serta meminimalisir hilangnya momen inersia.

Selain disusupi banyak inlet & ventilasi demi mendinginkan mesin seperti supercar era 80an, 926R juga banyak memakai parts-parts dari Italia, seperti spion Vitaloni, fog lamp dari Carello serta tentu saja velg berukuran 15x6JJ dari Campagnolo yang dibalut ban Pirelli P700.

Mesin yang dipakai 926R, adalah mesin CB70 Turbo Twincam 12 katup. Namun, dilakukan beberapa modifikasi seperti ECU baru serta tekanan turbo yang dinaikan, agar tenaga yang dihasilkan makin besar, menjadi lebih dari 120hp serta torsi 147nm.

Tentu saja, agar pengendaliannya makin stabil & responsif, suspensi yang baik merupakan hal yang mutlak. Daihatsu memilih model Double Wishbone dengan per tipe coilover di ke-empat rodanya.

Untuk interiornya, kabin 926R memakai lapisan suede berwarna abu-abu dengan detail-detail berwarna merah yang menyelimuti jok, dashboard & door trim.

Agar lebih sporty, Daihatsu juga memasang setir dengan lapisan kulit berdiameter 350mm serta shift knob & pedal dari Momo, dan indikator dari Veglia. 926R tidak memakai AC & Audio, agar bobot bersihnya tetap di angka 800kg.

Sayang, pada tahun 1986, terjadi tragedi-tragedi kecelakaan di Grup.B yang bahkan merenggut banyak nyawa pembalap & penonton, karena regulasi yang membebaskan tim membuat monster yang berbahaya & mengerikan.

Ini membuat FIA memaksa menghentikan kejuaraan Group B pada tahun 1987, dan Daihatsu akhirnya menutup program 926R, dan mewariskan mesin CB70 yang akhirnya dipasang di Charade Turbo selanjutnya, G100 GTi.

 (kpl/fdk)







Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-12-14
detail

BERITA POPULER