HOME » BERITA » SIAPKAN GSX-R250, SUZUKI BAKAL PRODUKSI SECARA LOKAL?

Siapkan GSX-R250, Suzuki Bakal Produksi Secara Lokal?

Rabu, 11 Juli 2018 20:45 Editor : Dini Arining Tyas
Foto by japan.webike.net

OTOSIA.COM - Sebagai salah satu pemain di industri otomotif Tanak Air, Suzuki memiliki kemampuan memproduksi yang cukup mumpuni. Bahkan menurut Banggas Pardede selaku Department Head Marketing 2 Wheel PT SIS, pabrik Suzuki di Indonesia mampu membangun motor dari awal. Kemampuan yang disematkan ini merupakan upaya Suzuki untuk menggarap pasar Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

"Secara prinsip, pasar Indonesia, pasar ASEAN itu sangat seksi bagi Suzuki. Dan pabrik yang paling siap itu adalah pabrik di Indonesia. Indonesia itu salah satu mother plan. Pabrik Indonesia itu punya kapasitas sampai membuat mesin sendiri. Kita bisa bangun motor dari nol. Blok mesin Satria itu dibikin di Indonesia," jelas Banggas di Tangerang, Selasa (10/07/2018).

Lantas jika memang pabrik Suzuki begitu hebatnya, mengapa tak memproduksi motor di segmen motor sport 250cc? Padahal pemain di segmen tersebut terbilang cukup banyak, sebut saja Honda dengan CBR250RR, kemudian Kawasaki dengan Ninja 250 dan terakhir Yamaha dengan R25. Hanya Suzuki yang belum memiliki produk untuk bersaing di segmen itu.

Banggas pun mengatakan bahwa pihaknya masih memantau pasar di segmen tersebut. Pasalnya, pergerakan pasarnya terbilang tidak terlalu menggeliat, meskipun pemainnya cukup banyak. Di samping itu, Suzuki membutuhkan sebuah gebrakan guna menarik minat konsumen terhadap motor sport 250cc miliknya. Apabila Suzuki masuk dengan tanpa persiapan matang, Banggas menilai langkahnya akan menjadi percuma.

Suzuki sendiri diketahui tengah mempersiapkan GSX-R250. Namun, waktu peluncurannya masih belum diketahui. Jika memang Suzuki serius untuk menggarap pasar ini di Indonesia, besar kemungkinan motor tersebut juga akan diproduksi secara lokal. Mengapa? Hal ini tentunya berpengaruh terhadap harga jual GSX-R250 nantinya. Soalnya beberapa pabrikan sudah mulai memproduksi secara lokal. Sayangnya Banggas tak bisa mengungkapkan lebih jauh. Ia hanya bisa mengatakan bahwa dibutuhkan upaya besar untuk meyakinkan prinsipal di Jepang agar mau memproduksinya di Indonesia.

"Kalau mau harga kompetitif di sini (Indonesia), sebaiknya produksi di sini. Tapi itu kembali lagi ke strategi bisnis global. Ketika berbicara product mass market itu pasti akan berbicara minimum quantity. Salah satu investasi terbesar itu ada di alat cetak. Kira-kira lebih efektif mana, disatukan semua di Indonesia atau di Jepang (untuk pasar ASEAN), kalau sampai situ saya tidak bisa komentar karena bukan kompetensi saya," jelas Banggas. (Hafid)

 (kpl/fid/tys)

BERI KOMENTAR