HOME » BERITA » SIDANG PERDANA KASUS GLORY 580 TAK KUAT NANJAK DIGELAR, DFSK: JIKA ADA MASALAH KE BENGKEL RESMI

Sidang Perdana Kasus Glory 580 Tak Kuat Nanjak Digelar, DFSK: Jika Ada Masalah ke Bengkel Resmi

Sidang gugatan kasus DFSK Glory 580 yang tidak kuat menanjak sudah digelar pada Rabu (27/1/2021) kemarin. Agenda persidangan tersebut yakni membahas tentang legal standing kedua belah pihak.

Kamis, 28 Januari 2021 20:45 Editor : Dini Arining Tyas
Sidang Perdana Kasus Glory 580 Tak Kuat Nanjak Digelar, DFSK: Jika Ada Masalah ke Bengkel Resmi
DFSK Glory 580 (DFSK)

OTOSIA.COM - PT Sokonindo Automobile (DFSK Indonesia) menghadapi tuntutan konsumen pemilik Glory 580 yang disebut tak kuat menanjak. Sidang perdana kasus tersebut digelar pada Rabu (27/1/2021).

Agenda sidang perdana tersebut membahas tentang pemeriksaan kelengkapan berkas-berkas kedudukan hukum atau legal standing dari kedua belah pihak. Kelengkapan berkas tersebut merupakan proses awal sebalum memasuki tahapan mediasi yang diatur secara umum dalam Pasal 1030 HIR dan secara khusus diatur secara lengkap dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Republik Indonesia No 01 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.

"Kami hadir di persidangan kali ini sebagai bentuk komitmen akan kepatuhan terhadap proses hukum yang berlangsung di Indonesia," tutur PR & Media Manager PT Sokonindo Automobile, Achmad Rifiqi, melalui keterangan resminya.

1 dari 3 Halaman

Digugat 7 Konsumen

Sebelumnya, kasus ini bermula dari gugatan 7 pemilik mobil SUV DFSK Glory 580 keluaran tahun 2018. Kuasa hukum 7 konsumen tersebut, David Tobing menjelaskan melalui keterangan resminya bahwa ada kendala ketika DFSK Glory 580 harus melewati tanjakan atau berada di kemacetan dengan posisi menanjak, serta lokasi parkir mall.

Dia juga menyebut bahwa tujuh konsumen tersebut sudah melapor dan melakukan perbaikan di bengkel resmi DFSK. Hanya saja, masalah mobil tersebut masih terjadi.

"Klien kami membeli mobil DFSK Glory 580 Turbo CVT karena tertarik pada spesifikasi serta fasilitas yang ditawarkan, apalagi mobil ini memiliki turbo yang seharusnya memiliki tenaga yang lebih baik dibanding mobil sekelasnya yang tidak memiliki turbo, tetapi klien kami mengalami gagal tanjak rata-rata lebih dari 2 kali," ungkap David pada Desember 2020 lalu.

DFSK pun dituntut untuk bertanggung jawab dengan membayar ganti rugi sebesar Rp 1,959 miliar sebagai ganti pembelian kendaraan. DFSK juga harus membayar uang Rp 1 miliar kepada masing-masing orang sebagai wujud ganti rugi immaterial.

2 dari 3 Halaman

Minta Konsumen ke Bengkel Resmi

(c) DFSK

Terkait keluhan konsumen, DFSK berharap konsumen datang ke bengkel resmi DFSK jika mengalami permasalahan apapun terkait kendaraannya. Seluruh mekanik DFSK yang tersebar di lebih dari 90 jaringan bengkel resmi yang ada di Indonesia disebut siap membantu menyelesaikan masalah yang dialami konsumen.

Para mekanik juga sudah terlatih dan tersertifikasi khusus dari DFSK, sehingga kualitas pengerjaannya terjamin. Kinerja para mekanik juga didukung oleh peralatan dan perlengkapan di bengkel yang lengkap dan canggih untuk memastikan pengerjaan bisa dilakukan secara tepat dan cepat. Ketersediaan suku cadang original dan berkualitas juga dijamin selalu tersedia di setiap jaringan bengkel resmi DFSK di seluruh Indonesia. DFSK juga secara rutin menggelar acara Flight Service untuk menjangkau lebih banyak konsumen khususnya di wilayah yang jauh dari bengkel resmi.

Soal kualitas yang ditawarkan kendaraan-kendaraan DFSK, khususnya DFSK Glory 580, sudah teruji dan terbukti di berbagai negara. DFSK Glory 580 sudah terbukti di jual di berbagai negara di Eropa seperti Jerman, Italia dan Spanyol, serta menerima jaminan keselamatan (5 Star Safety) dari C-NCAP dan memenuhi standar EURO-4.

 

3 dari 3 Halaman

Begitu pun di Indonesia, DFSK Glory 580 sudah melalui serangkaian uji coba dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai sebuah kendaraan yang layak untuk dipasarkan kepada khalayak luas. Hal ini dibuktikan melalui lolos uji di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) dan menerima Sertifikat Uji Tipe (SUT) dari pemerintah.

"Konsumen tidak perlu khawatir dengan kualitas yang ditawarkan oleh kendaraan-kendaraan DFSK di Indonesia, karena seluruh kendaraan dibuat di pabrik DFSK berbasis teknologi 4.0 di Cikande, dan sudah melalui pengecekan kualitas sebelum dikirim ke konsumen, dan semua kendaraan penumpang yang ditawarkan dilengkapi dengan Super Warranty 7 Tahun / 150.000 KM. Garansi kendaraan ini menjadi bukti keseriusan kami dalam menghadirkan kendaraan yang berkualitas, handal, dan bisa dipercaya untuk berbagai kebutuhan konsumen di Indonesia," pungkas Achmad Rofiqi.

BERI KOMENTAR