HOME » BERITA » SIMAK 3 PERBEDAAN MOBIL LISTRIK NISSAN LEAF BARU DAN LAMA

Simak 3 Perbedaan Mobil Listrik Nissan LEAF Baru dan Lama

The All new Nissan LEAF resmi mengaspal di Indonesia. Ada tiga perbedaan mendasar LEAF baru dengan model lama, diantaranya infotainment system, charging dan lampu.

Jum'at, 20 Agustus 2021 08:15 Editor : Nazarudin Ray
Simak 3 Perbedaan Mobil Listrik Nissan LEAF Baru dan Lama
The All new Nissan LEAF (Nissan)

OTOSIA.COM - Nissan LEAF terbaru akhirnya resmi mendarat di Indonesia. PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) meluncurkan sekaligus menunjukkan setidaknya tiga perbedaan antara model lama dan The All new Nissan LEAF ini.

Perbedaan pertama langsung bisa ditangkap dari tampilan luarnya. Saat dikomparasikan, eksterior All new Nissan LEAF tampak ramping dan terkesan tajam.

1 dari 5 Halaman

Lalu bagian depannya terdapat grille V-motion Nissan warna biru jernih disandingkan dengan lampu utama berdesain boomerang, yang tidak hanya di bagian depan tetapi juga belakang.

Perubahan tampilan ini termasuk Daytime Running Lights (DRL) dengan lampu LED. Sementara aksen pada bumper belakang berwarna biru, yang disebut Nissan untuk mengidentifikasinya sebagai mobil listrik.

2 dari 5 Halaman

Dua perbedaan lainnya, menurut Nissan Representative Director, Bagus Susanto, ada pada sistem hiburan dan pengisian daya atau charging.

"Di infotainment system-nya, touch screen jadi lebih besar yakni berukuran 8 inch," ujar Bagus Susanto.

3 dari 5 Halaman

Adapun perbedaan ketika perihal charging ditujukan untuk mempermudah pengguna LEAF. Mobil yang sepenuhnya elektrik itu kini punya dua charging port di kiri dan kanan.

"Kiri DC, sebelah kanan AC charging. Tipe sebelumnya tipe satu, sedangkan model sekarang tipe paling umum adalah ini, dan di fasiitas SPKLU yang ada umumnya tipe dua ini," kata dia.

4 dari 5 Halaman

Dengan demikian, kata Bagus, di mana pun charger port yang akan digunakan bisa sesuai dengan model yang hari ini diluncurkan oleh Nissan.

Nissan LEAF dijual dengan dua varian dan harga, yakni
Rp 649 juta untuk tipe one tone, dan Rp 651 juta untuk model dual tone.

Ia menggunakan baterai lithium-ion 40 kWh dengan jarak sejauh 311 km dalam sekali pengisian daya (charging) berdasarkan hasil test New European Driving Cycle (NEDC) atau setara penggunaan harian 40 km selama satu minggu.

5 dari 5 Halaman

Daya mesin 110 kW atau setara 150 PS dan torsi maksimum 320 Nm. Ia butuh waktu 7,9 detik untuk berakselerasi 0 ? 100 km/jam, dengan kecepatan maksimal 155 km/jam.

Pengisian baterai dapat dilakukan di rumah dengan pengisi daya portable (3.3 Kw), yang dapat terisi penuh dalam waktu 12-15 jam, atau menggunakan pengisi daya Home Charger (AC 7.4 kw) yang dapat mengisi penuh baterai lebih singkat, yakni dalam waktu 5-7 jam.

BERI KOMENTAR