HOME » BERITA » SIMAK KIPRAH MARUTI-SUZUKI, DUET MAUT OTOMOTIF DI INDIA

Simak Kiprah Maruti-Suzuki, Duet Maut Otomotif di India

Selasa, 13 Juni 2017 13:30

Simak Kiprah Maruti-Suzuki, Duet Maut Otomotif di India
Maruti Suzuki (foto: Suzuki)
Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Petrolheads di seluruh dunia mungkin memaklumi jika satu negara akan memiliki perusahaan yang memegang hak jual bagi produk otomotif yang datang dari luar negeri. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kerjasama antara pemegang hak jual dengan produknya sendiri, yang memungkinkan adanya share profit.

Jikalau di Indonesia ada Astra, maka di India memiliki Maruti sebagai 'gandengan' para pabrik otomotif yang masuk ke India. Maruti merupakan perusahaan yang memegang 54 persen saham dari Suzuki Motor Corporation dan pada 2017 memegang 51 persen kepemilikannya.

Bisa diakui bahwa cengkraman duet maut Suzuki dan Maruti ini dirasakan amat berpengaruh di dunia otomotif di India. Selain di platform sepeda motor, India juga memiliki Pulsar dan TVS, Maruti Suzuki jadi salah satu penantang besar dari TATA motors, raksasa pemilik saham Jaguar.

Lantas bagaimana perjalanan Maruti hingga jadi sekarang? Mari disimak. Maruti sejatinya didirikan pada tahun 1981 dan tak menjadi penjual maupun pemegang hak jual untuk kendaraan bermotor, yang saat itu juga belum disentuh oleh Suzuki Motor Corporation.

Tapi saat itu Maruti yang bernama Maruti Udydog sudah mengeluarkan Maruti 800 yang berkonsep pada Suzuki Alto Kei Car. Sebelum ada Tata, kompetitor Maruti ada dua, yakni Hindustan Ambassador dan Premier Padmini.

Maruti sendiri baru bisa melakukan joint venture dengan Suzuki Motors pada tahun 1982, saat itu Maruti pada akhirnya harus rela melepas nama Udydog sebagai konsekuensi pengadaan joint venture dengan Suzuki. Awalnya Maruti-Suzuki hanya memulai kerjasamanya di bidang impor mobil Suzuki saja.

Namun lama kelamaan pemerintah India merasa bahwa penekanan pajak dan harga kirim bisa dikurangi dengan sangat signifikan jikalau Maruti bisa melakukan assemble mesin mobil dan unitnya di negeri sendiri. Akhirnya 1983 Maruti meluncurkan Maruti 800 dengan harga baru yang jauh lebih terjangkau.

Selama dua dekade Maruti Suzuki meluncur kencang dengan produk-produknya hasil kerjasama dengan Suzuki. beberapa yang paling menonjol dan bersejarah antara lain adalah Suzuki Gipsy dan Grand Vitara yang muncul pada tahun 1983.

Liberasi ekonomi India pada tahun 1989 pada akhirnya membuat Maruti Suzuki harus membaca keadaan dengan cara mengakomodasi keinginan publik dengan rilis Maruti 1000. Dimana selanjutnya mobil ini jadi generasi berikut dari Maruti Esteem, yang di Indonesia lebih populer dengan nama Suzuki Esteem.

tak cuma merilis banyak produk bersejarah bagi India, Maruti Suzuki memiliki tiga fasilitas utama untuk memproduksi mobil. Bahkan ketiga fasilitas tersebut terhitung pada 2017 sudah mampu memroduksi hingga 1,7 juta unit kendaraan per-tahunnya. Dan diperkirakan bisa meninggi seiring meningkatnya request.

Setidaknya hingga tahun ini Maruti Suzuki juga menyentuh pasar yang dinikmati oleh orang Indonesia juga. Mobil-mobil seperti Grand Vitara, anak baru Ignis dan Ertiga yang mengambil nama dari Indonesia masih tetap jadi andalan Maruti Suzuki untuk dipasarkan di India.

 (kpl/fjr)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-12-14
detail

BERITA POPULER