HOME » BERITA » SISTEM GANJIL GENAP DINILAI BERI KONTRIBUSI PENULARAN COVID-19

Sistem Ganjil Genap Dinilai Beri Kontribusi Penularan COVID-19

Kebijakan yang diterapkan oleh Pemprov DKI Jakarta, seperti ganjil genap perlu dievaluasi lebih lanjut.

Selasa, 01 September 2020 12:15 Editor : Dini Arining Tyas
Sistem Ganjil Genap Dinilai Beri Kontribusi Penularan COVID-19
Kawasan sistem ganjil genap (liputan6.com)

OTOSIA.COM - Indonesia masih terus berusaha menekan penularan virus Corona (COVID-19). Berbagai kebijakan diterapkan agar penyebaran COVID-19 bisa berkuang.

Dilansir dari Merdeka.com, Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan, beberapa kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pemprov DKI Jakarta harus dievaluasi kembali, salah satunya ganjil genap. Dia menilai, ganjil-genap telah meningkatkan angka pengguna transportasi publik maupun mobilitas warga.

"Ini terkait dengan policy Pemprov DKI Jakarta, terkait PSBB. Itu perlu di review, salah satunya juga aturan ganjil genap untuk kendaraan bermotor," katanya dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (31/8/2020)

1 dari 3 Halaman

Dia mengimbau, Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan apakah penerapan ganjil genap telah berkontribusi terhadap penularan Covid-19 atau tidak. Oleh karena itu, Wiku merasa aturan ganjil genap perlu dikaji kembali.

"Dari hasil laporan yang kami terima saat rapat koordinasi hari Minggu malam, kami melihat, dengan adanya ganjil genap maka ada peningkatan transportasi atau mobilitas penduduk," ujarnya.

"Ini tentunya ini menjadi salah satu faktor yang perlu dilihat, apakah memiliki kontribusi dalam tingkat penularan dan bagaimana selanjutnya untuk bisa dikendalikan," tambah Wiku.

2 dari 3 Halaman

Merdeka.com

Seperti yang diketahui, Satgas Covid-19 beserta Pemprov DKI, TNI, Polri, serta kementerian terkait melaksanakan rapat koordinasi mengenai pencegahan dan pengendalian Covid-19, pada Minggu (30/8/2020). Wiku menyampaikan, berdasarkan rapat tersebut disimpulkan bahwa aturan ganjil-genap malah mengalihkan mobilitas masyarakat ke transportasi umum. Padahal, Pemprov DKI Jakarta mengakui, tujuan awal diberlakukannya ganjil genap adalah untuk mengurangi mobilitas warga, sebagai upaya mengendalikan penularan Covid-19.

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo pun telah mengungkapkan bahwa para pekerja kantoran kebanyakan terpapar Covid-19 di transportasi umum.

"Akhir-akhir ini penularan lebih sering terjadi di pasar di tempat kerja bahkan kita telusuri apa penyebabnya khusus (penularan) di tempat kerja. Rata-rata mereka yang terpapar ini lebih banyak menggunakan transportasi umum," ujar Doni, Minggu (30/8/2020)

3 dari 3 Halaman

Oleh karena itu, Wiku menyampaikan cara mengendalikan penularan dari klaster pekerja kantoran. Ia mengimbau setiap perusahaan untuk tetap menerapkan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

Jika tidak bisa WFH, maka para perusahaan wajib untuk membatasi jumlah karyawan yang masuk. Harus dipastikan jumlahnya hanya 50 persen dari seluruh jumlah karyawan.

"Tentunya pengendalian juga dengan pengetatan di dalam pelaksanaan perkantoran. Ini harus dijaga betul kapasitas kantor maksimal 50 persen dan tetap harus mengimplementasikan work from home sehingga tidak terjadi jumlah masyarakat yang bekerja di kantor melebihi kapasitas," tutup Wiku.

BERI KOMENTAR