HOME » BERITA » SISTEM PENYARINGAN UDARA TOYOTA C-HR BERPOTENSI MERACUNI PENGENDARA

Sistem Penyaringan Udara Toyota C-HR Berpotensi Meracuni Pengendara

Selasa, 10 Juli 2018 18:45

Sistem Penyaringan Udara Toyota C-HR Berpotensi Meracuni Pengendara
Foto by Toyota
Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Sebelum memutuskan membeli mobil, biasanya konsumen akan melakukan riset kecil-kecilan untuk mengetahui seluk beluk mobil incarannya. Mungkin, hasil penelitian yang dilakukan oleh Emission Analytics juga bisa menjadi referensi.

Emission Analytics yang berbasis di Inggris telah melakukan penelitian tentang sistem ventilasi yang berfungsi untuk membuang polusi yang bisa menyebabkan serangan asma dan persoalan kesehatan lainny.

Seperti diberitakan The Times, Emission Analytics meneliti 11 model mobil di Inggris. Diantaranya, VW Polo, Ford Fiesta, Mercedes E-Class, dan Toyota C-HR serta Jaguar E-Pace.

Foto by The Times

Hasilnya mengejutkan. Toyota C-HR menempati urutan pertama mobil dengan sistem ventilasi buruk. Toyota C-HR hanya mampu menghilangkan 1 persen partikel racun, sementara VW Polo hanya 35 persen.

Sedangkan Mercedes-Benz E-Class hanya mampu menghilangkan 90 persen partikel racun, bahkan dalam kondisi macet. Sementara Jaguar E-Pace 43 persen.

"Pengendara bisa terpapar polusi tinggi sedangkan dirinya justru percaya akan terlindungi oleh sistem penyaringan udara dan venilasi," ujar Chief executive of Emission Analytics, Nick Molden.

Polusi berasal dari knalpot kendaraan lain dan disertai dengan partikel beracun dengan ukuran jutaan milimeter, sehingga membuat meereka cukup untuk masuk ke darah melalui paru-paru.

Emission Analytics menemukan hingga 57.000 CC partikel pada beberapa sampel udara di tepi jalan. Orang menghirup 500 cc udara per nafas.

Molden menemukan bahwa climate control pada sistem AC Toyota C-HR tidak banyak melindungi pengendara dan penumpangnya. Sistem tersebut hanya mampu menghilangkan partikel 1 persen saja.

MOlden menambahkan, kunci persoalan ini adalah tak ada standar yang ditetapkan oleh pemerntah tentang sistem penyaringan udara.

"Ini adalah data kecil untuk memberi tahu konsumen. Jadi, jika kamu memiliki anak-anak dengan asma atau kondisi lain, kamu tidak bisa mengetahui apakah mobil yang kamu beli bisa melindungi mereka," papar Molden.

Sebagian besan mobil, memungkinkan untuk mencegah masuknya polisi menggunakan resirkulasi untuk memblokir udara masuk. Namun, Emission Analytic juga menemukan bahwa penyebab meningkatnya CO2 juga dihasilkan oleh nafas pengemudi sendiri, hingga mencapai enam kali normal.

"Risiko ini membuat pengemudi mengantuk dan kecelakaan," ujar Molden.

Sementara Toyota Inggris, James Clark mengatakan akan meninjau hal ini.

"Kami tak menyadari hal ini. Kami butuh untuk meninjau kembali dan mengetahui penemuan ini, kami sangat kaget," katanya.

 (kpl/tys)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2018-7-10
detail

BERITA POPULER