HOME » BERITA » SITUASI JAKARTA SEPI KARENA CORONA TURUNKAN POLUSI UDARA SIGNIFIKAN

Situasi Jakarta Sepi karena Corona Turunkan Polusi Udara Signifikan

Sejak pelaksanaan work from home dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar polusi udara turun signifikan di Jakarta.

Rabu, 15 April 2020 16:15 Editor : Nazarudin Ray
Situasi Jakarta Sepi karena Corona Turunkan Polusi Udara Signifikan
Situasi Jakarta lengan berlatar belakang langit cerah (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Situasi Jakarta sejak pelaksanaan work from home (WFH) beberapa minggu lalu dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) nampak lengang. Volume kendaraan yang melintas di beberapa ruas jalan yang biasanya padat dan macet tidak terlihat.

Kondisi jalan-jalan yang sepi kendaraan bermotor berimbas pada penurunan polusi udara yang cukup signifikan di Ibukota.

Menurut Komisi Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) terjadi penurunan polusi drastis selama WFH dan PSBB. Komisi ini mencatat pada periode himbauan jaga jarak fisik dan sosial (physical & social distancing), tanggal 26 Maret - 4 April 2020, kualitas udara di DKI Jakarta mendekati kategori baik atau PM 2.5 rata-rata 18.46 ug/m3.

"Situasi ini berbeda pada 10 hari pertama social distancing, yakni 16 - 25 Maret 2020, itu dapat dikatan belum berhasil menurunkan pencemaran udara di DKI Jakarta secara signifkan," kata Ahmad Safrudin, Executive Director KPBB pada acara video conference bersama Forum Wartawan Otomotif (FORWOT) belum lama berselang.

1 dari 1 Halaman

Artinya, kebijakan WFH dan PSBB selain dapat mencegah penularan virus corona COVID-19, juga buat kualitas udara di Jakarta masuk kategori relatif baik. Hal ini sesuai dengan standar yang ditetapkan Pemerintah, yakni PP 41/1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

"Dengan demikian hibernasi ataupun meditasi alam sebagai akibat situasi pandemi COVID-19, yang kemudian diikuti oleh himbauan dan aturan dengan social dan physical distancing, yang kemudian juga dipatuhi sebagian masyarakat Jakarta, sudah mampu menurunkan pencemaran udara secara signifikan di Ibukota," tutupnya.

BERI KOMENTAR