HOME » BERITA » SKUTER PERTAMA DARI HONDA, MESINNYA LEBIH BESAR KETIMBANG HONDA PCX

Skuter Pertama dari Honda, Mesinnya Lebih Besar Ketimbang Honda PCX

Kala itu, skuter Jepang tengah dikuasai dua produk raksasa . Sebagai pendatang baru, Honda tentu tidak setengah-setengah dalam membuat skuter pertamanya ini.

Selasa, 24 Juli 2018 11:15 Editor : Cornelius Candra
Foto: Gostodescooters.com

OTOSIA.COM - Pasar motor Indonesia saat ini tengah dikuasai oleh skuter. Bahkan posisi empat teratas dari 10 motor terlaris dihuni oleh produk Honda. Tidak ada salahnya untuk mengapresiasi prestasi pabrikan berlogo sayap tersebut, kita mengenang skuter pertama yang mereka buat.

Motor tersebut ialah Honda Juno K yang melakoni debutnya pada 1954 silam. Mengutip dari Scooternova.com, kala itu, skuter Jepang tengah dikuasai dua produk, yaitu Mitsubishi Silver Pigeon dan Fuji Heavy Industri Rabbit. Berhadapan dengan keduanya sebagai pendatang baru, Honda tentu tidak setengah-setengah dalam mengembangkan skuter pertamanya ini.

Tengok saja desain dan fitur yang dimiliki Honda Juno, seperti self-starter dan windscreen tinggi. Kelebihan lainnya juga terletak pada bahan skuter pertama pabrikan asal Jepang tersebut. Tak tanggung-tanggung, mereka membuat body dari fiberglass (fibre reinforced plastic/ FRP).

Kala itu, bahan FRP masih terhitung baru untuk dunia otomotif. Bahkan, material ini diaplikasikan pertama kali pada mobil sport asal Amerika, Chevrolet Corvette setahun sebelumnya, 1953.

Sektor dapur pacu Honda Juno juga tak bisa dianggap remeh karena memiliki power paling besar di kelasnya. Skuter itu mengusung mesin 4-tak 1-silinder 189cc dengan transmisi manual 3-percepatan. Konfigurasi tersebut mampu menghasilkan tenaga sebesar 9 hp dengan kecepatan maksimum 70 km/jam.

Sebagai perbandingan, penguasa pasar kala itu Mitsubishi Silver Pigeon dan Fuji Heavy Industri Rabbi hanya menghasilkan tenaga sekitar 6-7 hp saja. Bahkan, tenaga Honda Juno setara dengan Yamaha SC-1 yang bermesin 2-tak.

Sayangnya, berbagai kelebihan tersebut tak menuai kesuksesan. Pasalnya, Honda Juno dinilai terlalu canggih dan mahal. Selain itu, mesin skuter ini cepat overheat dan bobotnya terlampau berat ketimbang skuter umumnya.

Meski demikian, kehadiran Honda Juno menjadi inspirasi pabrikan berlogo sayap tersebut untuk terus menelurkan skuter terbaik di kelasnya, hingga akhirnya muncul Honda Beat, Honda Vario, dan Honda PCX yang beredar sekarang.

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR