HOME » BERITA » SOAL BIKERS HARLEY KEROYOK TNI AD, IMI PERNAH BIKIN PANDUAN TOURING MOGE

Soal Bikers Harley Keroyok TNI AD, IMI Pernah Bikin Panduan Touring Moge

Pada bulan September lalu Ikatan Motor Indonesia (IMI) pernah membuat pedoman standarisasi touring sepeda motor, termasuk untuk moge

Selasa, 03 November 2020 20:15 Editor : Nazarudin Ray
Soal Bikers Harley Keroyok TNI AD, IMI Pernah Bikin Panduan Touring Moge
Ilustrasi rombongan pengendara moge (pressherald.com)

OTOSIA.COM - Hingga kini kasus pengeroyokan oleh rombongan motor besar terhadap dua anggota TNI AD di Bukittinggi, Sumatera Barat, masih viral di sosial media. Penyebabnya ada beberapa pengendara moge yang tertinggal konvoi saat touring terlibat kasus pengeroyokan.

Berusaha mengejar rombongan di depan, akhirnya pengendara moge tersebut membuat kedua anggota TNI yang naik matic berboncengan keluar ke bahu jalan. Buntutnya, kedua anggota TNI tersebut tidak terima dan menegur, sampai akhirnya terjadi peristiwa pengeroyokan.

Touring dengan motor besar, terlebih jumlahnya mencapai puluhan memang tidak mudah. Ukuran yang besar ditambah bobot berat, tentu tidak mudah mengendalikan moge di jalan ketimbang motor kecil.

1 dari 4 Halaman

Apalagi kondisi jalan-jalan di Indonesia yang tidak lebar dan padat. Situasi ini bisa menimbulkan gesekan dengan pengendara lain jika peserta touring merasa paling berhak di jalan dan memacu motornya dalam kecepatan tinggi.

Lantaran mengendarai motor secara berkelompok tidak mudah dan bisa mengundang celaka, sebenarnya Ikatan Motor Indonesia pernah menggodok panduan 'Standarisasi Tata Cara Mengemudi Berkendara Sepeda Motor Berkelompok' pada September lalu.

Tujuannya selain untuk mencegah terjadinya kecelakaan, juga membuat kelompok sepeda motor yang melakukan touring menjadi tertib dan memahami situasi di sekitarnya. Namun hingga kini belum ada kejalasan apakah panduan tersebut sudah diterbitkan.

 

2 dari 4 Halaman

"Tujuan pembuatan standarisasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan khususnya komunitas atau klub sepeda motor, dan pengguna jalan raya umumnya," ujar Sadikin Aksa, Ketua Umum IMI beberapa waktu lalu.

Dalam pembuatan standarisasi tata cara berkendara sepeda motor berkelompok, IMI menugaskan satu tim khusus yaitu Tim Mobilitas untuk menghasilkan standarisasi dalam bentuk buku dan video panduan.

Menariknya, Tim Mobilitas yang dibentuk IMI juga melibatkan berbagai komunitas motor besar. Sebagai bagian dari materi panduan tersebut, lalu, 16 biker terpilih melakukan touring berkelompok dengan mengambil rute Cikarang ? Cirebon ? Bandung ? Jakarta.

 

3 dari 4 Halaman

"Dalam touring dibuat standarisasi termasuk safety gear, formasi touring, dan lain-lain. Panduan ini akan dikemas dalam instruksi video tata cara melakukan berkendara berkelompok. Video ini nantinya bisa diunduh gratis oleh masyarakat umum," papar Joel D. Mastana, Sekretaris IMI Mobilitas.

Saat pembuatan standarisasi touring tersebut, IMI memberi pemahaman kepada bikers moge bagaimanamengendarai sepeda motor. Intinya ketika touring pengendara harus tahu kapan tarik gas, kapan menjaga jarak, karena merupakan sebuah tim dan seirama.

Dalam praktiknya, mudahkah panduan tersebut diterapkan pada motor besar dalam situasi jalan di Indonesia?

 

4 dari 4 Halaman

"Kalau dilihat lagi pedomannya, susah diterapkan pada klub motor besar, lain halnya kalau motor kecil, akan lebih mudah. Dan tidak semua klub moge daftar ke IMI," ujar salah satu biker Harley Davidson yang tidak mau disebutkan namanya.

Dalam pembuatan standarisasi tata cara berkendara sepeda motor berkelompok, IMI menugaskan satu tim khusus yaitu Tim Mobilitas untuk menghasilkan standarisasi dalam bentuk buku dan video panduan.

Pembuatan video panduan ini menjadi sangat istimewa karena akan menjadi panduan standarisasi yang pertama diterbitkan di Indonesia. Tak hanya itu, panduan ini akan menjadi yang pertama diterbitkan di dunia setelah 13 tahun. Panduan berkendara berkelompok terakhir dibuat oleh biker Amerika Serikat pada tahun 2007.

 

BERI KOMENTAR