HOME » BERITA » SOAL INSIDEN MOTOGP AUSTIN, LORENZO TOLAK MAAF MILLER

Soal Insiden MotoGP Austin, Lorenzo Tolak Maaf Miller

Jack Miller mengaku telah meminta maaf kepada Jorge Lorenzo soal manuver agresif yang ia lakukan di MotoGP Austin, namun permintaan maafnya ditolak mentah-mentah.

Rabu, 25 April 2018 09:30
Jack Miller (c) Pramac Racing

Otosia.com - Minimnya aksi menegangkan di MotoGP Austin, Texas akhir pekan lalu, bukan berarti tak ada insiden kontroversial yang terjadi dalam sesi balap. Manuver menyalip yang dilakukan rider Alma Pramac Racing, Jack Miller kepada rider Ducati Corse, Jorge Lorenzo merupakan topik yang paling dibicarakan.


Manuver agresif memang tengah menjadi topik panas di kalangan rider MotoGP usai berbagai kontroversi di Argentina. Race Direction pun berjanji akan memberikan hukuman lebih berat kepada para rider yang bertindak agresif dan membahayakan lawan di lintasan.


Miller melakukan aksi salip pada Lorenzo di Tikungan 1 yang tajam pada Lap 16 untuk merebut posisi 9. JackAss menyalip Por Fuera dari jalur dalam dengan gerakan mendadak, membuat Lorenzo bereaksi cepat menegakkan motornya demi menghindari tabrakan. Miller pun tak dijatuhi hukuman apa pun.


"Sepertinya situasi tak banyak berubah ya?" sindir Lorenzo. "Jika tak menegakkan motor, saya bakal jatuh. Jadi jika seorang rider tak memberikan dampak atau Anda tak jatuh, Race Direction takkan melakukan apa pun. Aksi-aksi macam ini selalu dilakukan oleh rider yang sama. Tapi balapan saya sudah sangat buruk, jadi tak ada gunanya bicara soal hal ini," tuturnya kepada Crash.net.


Usai balap, Miller pun menjelaskan kronologi insiden tersebut, dan menyatakan tak ada kontak dengan Lorenzo, meski mengakui tindakannya agresif diakibatkan salah perhitungan saat masuk tikungan. Atas alasan inilah runner up Moto3 2014 tersebut mendatangi garasi Lorenzo dan meminta maaf. Sayang, permintaan maafnya ditolak mentah-mentah oleh Lorenzo.


"Saya mengambil jalur dalam di Tikungan 1, dan Jorge melaju di garis yang aneh, ia cukup melebar di sana. Saat menuju tanjakan itu, saya melewati bagian bergeronjal dan saat di puncak ban depan saya terkunci. Saya bisa saja mengerem, tapi pilihannya melaju di jalur dalam atau keluar jalur, tapi toh dia sudah melebar," ujar Miller kepada Crash.net.


"Tak ada kontak apa pun. Saya tahu manuver itu sengit. Manuver itu terjadi begitu mendadak dan saya juga tak merencanakannya. Saya hanya berusaha mengendalikan situasi. Saya minta maaf padanya usai balap. Ia tak mau mendengarnya, tapi tak apa. Saya rasa usai balap memang bukan waktu ideal untuk bicara dengan rider lain jika mereka sedang mengalami hari buruk," pungkas Miller. (cn/dhy)

BERI KOMENTAR