HOME » BERITA » SOAL KECELAKAAN BUPATI DEMAK, KARENA MICROSLEEP?

Soal Kecelakaan Bupati Demak, Karena Microsleep?

Kecelakaan yang melibatkan Bupati Demak memang cukup menggegerkan, karena satu nyawa tak selamat. Penyebabnya mungkin saja karena microsleep.

Rabu, 06 Maret 2019 09:15 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi microsleep (emaze.com)

OTOSIA.COM - Insiden kecelakaan yang melibatkan Bupati Demak, menewaskan salah satu penumpang. Disebut-sebut taka da suara pengereman saat kecelakaan di jalan Tol Batang, Semarang itu.

Menurut laman resmi Auto2000, jika memang benar tak ada bunyi pengereman, bisa saja kecelakaan itu karena microsleep. Benarkah? Begini penjelasannya.

Sebelumnya, microsleep sendiri dipahami sebagai kondisi seseorang (pengemudi mobil) tertidur lelap secara tiba-tiba haya dalam waktu yang sangat singkat, sekitar 1 hingga 30 detik. Kondisi ini kerap menyerang seseorang yang melakukan aktivitas monoton, seperti berkendara dalam waktu yang lama di jalan yang melenakan.

Jalan yang relatif sepi membuat pengemudi memacu mobil hingga kecepatan tinggi, bahkan bisa di atas batas kecepatan maksimum.

Lalu, jika dilihat pelat nomor dari mobil yang dipakai adalah pelat nomor Jakarta. Jika benar dari Jakarta, artinyadi titik kecelakaan, mobil suah berjalan selama lebih dari 8 jam.

Masih menurut laman resmi Auto2000, pada titik tersebut, pengemudi mestinya sudah memasuki fase kelelahan. Ditambah, kecelakaan terjadi di pagi hari sehingga nyaris sepanjang malam sopir tidak istirahat. Begitu masuk pagi, tubuh akan meminta diistirahatkan.

Maka itu, pengemudi hanya diperbolehkan berkendara tanpa istirahat maksimal 4 jam saja untuk menghindari kelelahan, yang bisa memicu microsleep. Supaya tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, pilihannya adalah istirahat atau ganti sopir.

Ditambah lagi, jalanan yang lengan dan santai. Katakan saja, mobil sedang melaju 120 kpj. Jika dikalkulasi, dalam 1 detik mobil berarti melaju sejauh kurang lebih 33 meter.

Sebagai pembanding, rata-rata panjang mobil 4 meter, sehingga jarak itu sama dengan 8 mobil diparkir memanjang. Dalam waktu 3 detik, mobil berbarti sudah melaju sejauh sekitar 100 meter.

Begitu sopir terserang mivcrosleep, risiko kecelakaa parah seperti menabrak mobil lain dari belakang atau bahkan pindah ke jalur berlawanan sangat mungkin terjadi.

Maka itu jangan pernah remehkan risiko terserang microsleep saat berkendara. Bahkan jika merasa tubuh dalam kondisi terbaik sekalipun.

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR