HOME » BERITA » SOAL PHK DAN THR PEGAWAI SAAT PANDEMI COVID-19, INI KATA YAMAHA

Soal PHK dan THR Pegawai Saat Pandemi COVID-19, Ini Kata Yamaha

Yamaha tetap akan memenuhi hak-hak pekerja termasuk pemberian THR di tengah situasi sulit akibat virus corona COVID-19.

Kamis, 16 April 2020 09:15 Editor : Nazarudin Ray
Soal PHK dan THR Pegawai Saat Pandemi COVID-19, Ini Kata Yamaha
Pabrik Yamaha di Pulo Gadung, Jakarta Timur (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Industri otomotif di Tanah Air menjadi salah satu sektor yang terdampak cukup besar akibat pandemi corona COVID-19. Hal ini membuat efek berantai yang kurang baik, mulai dari industri komponen sampai pada tenaga kerjanya karena ada produsen kendaraan yang mengurangi kegiatan produksinya.

Situasi ini membuat Industri otomotif dalam situasi sulit, sehingga memunculkan kemungkinan terjadinya PHK dan penghentian pemberian Tunjangan Hari Raya.

Terkait isu PHK dan pemberian THR, Yamaha memberi penjelasan. Pihak PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang juga menghentikan operasional pabriknya menyatakan kebijakan perusahaan berjalan mengikuti perkembangan situasi yang ada.

Sejauh ini YIMM belum melakukan PHK massal dan berupaya memenuhi hak-hak pekerja dan memberikan THR sesuai ketentuan yang berlaku di perusahaan berlogo Garpu Tala ini.

"Ada yang menanyakan THR terganggu atau tidak, ada yang tanya kemarin, gaji dan THR bagaimana? Semuanya akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku. Saya tidak bisa sebutkan ketentuannya apa," kata Antonius Widiantoro, Manager Publik Relation YIMM.

1 dari 3 Halaman

Kapan Mulai Produksi?

Sejauh ini Yamaha belum dapat memastikan kapan pabrik mereka di Pulo Gadung, Jakarta Timur dan Karawang, Jawa Barat, dioperasikan kembali. Operasional pabrik Yamaha akan mengikuti aturan dan jadwal pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kami akan follow aturan dari pemerintah. Berita sebelumnya sampai 19 April, tapi intinya sekarang, Jakarta sampai tanggal berapa kami follow," ujarnya.

Anton menjelaskan, pada dasarnya Yamaha bisa saja tetap mengoperasikan pabriknya, mengingat sektor otomotif berkontribusi besar terhadap sektor ekonomi dan perindustrian nasional. Tapi atas dasar kemanusiaan dan mencegah penyebaran COVID-19, Yamaha tetap menutup pabriknya sementara.

"Sebenarnya begini, ada beberapa usaha yang memang mendapatkan ijin khusus dari Kemenperin, terkait ekspor dan income negara, dapat dispensasi untuk tetap buka. Meski begitu kita tetap stop produksi atas dasar kemanusiaan dan demi memutus mata rantai corona. Stop produksi. Itu yang Yamaha lakukan, dan bahwa compliance ini jauh lebih penting," tegasnya.

2 dari 3 Halaman

Imbauan Kemenperin

Sebelumnya diberitakan, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mendorong pelaku industri otomotif agar tetap memenuhi hak-hak pekerjanya yang sementara waktu dirumahkan akibat beberapa pabrik melakukan penghentian sementara atau menurunkan produksinya.

Selain itu pemerintah menghimbau pelaku industri otomotif dapat memastikan bahwa hak-hak pekerjanya bisa terpenuhi, seperti THR yang diharapkan dapat dibayar tepat waktu.

3 dari 3 Halaman

Kemenperin juga sudah mengusulkan berbagai stimulus tambahan untuk menggairahkan usaha sektor industri, termasuk industri otomotif. Inisiatif ini sedang dikoordinasikan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, serta pelaku industri.

Bahkan di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Kemenperin memastikan bahwa industri dapat tetap beroperasi.

?Kemenperin pada prinsipnya selalu memberikan perhatian terhadap sektor industri dalam kondisi apapun. Kami sudah keluarkan surat edaran ke industri, agar dapat tetap beroperasi dengan tetap menjalankan protokol pencegahan COVID-19,? kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, pekan lalu di Jakarta.

BERI KOMENTAR