HOME » BERITA » SOAL RAZIA KNALPOT, POLISI SUDAH PAKAI APLIKASI PENGUKUR KEBISINGAN

Soal Razia Knalpot, Polisi Sudah Pakai Aplikasi Pengukur Kebisingan

Satuan Lalu Lintas Polres Pangkalpinang, sudah mulai menggunakan aplikasi untuk mengukur seberapa besar tingkat kebisingan dari sebuah knalpot

Sabtu, 19 Juni 2021 09:15 Editor : Ahmad Muzaki
Soal Razia Knalpot, Polisi Sudah Pakai Aplikasi Pengukur Kebisingan
Pengendara motor mencopot knalpot bising usai terjaring razia (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

OTOSIA.COM - Akhir-akhir ini memang razia knalpot bising kerap dilakukan polisi. Namun metode dalam penindakannya menuai banyak kritikan. Pasalnya polisi langsung menindak pemotor pemakai knalpot bising tanpa harus dites dulu seberapa besar desibel yang dihasilkan.

Untuk menjawab keresahan tersebut, Satuan Lalu Lintas Polres Pangkalpinang, sudah mulai menggunakan aplikasi untuk mengukur seberapa besar tingkat kebisingan dari sebuah knalpot. Aplikasi tersebut langsung digunakan oleh petugas dalam melakukan razia knalpot di Kota Pangkalpinang, Kamis (17/6/2021).

1 dari 3 Halaman

"Sudah, kami sudah gunakan aplikasi kebisingan (untuk mengukur tingkat bising dari knalpot tersebut), ujar Kasatlantas Polres Pangkalpinang, Toni Susanto, seperti dilansir lamam Korlantas Polri.

Adapun sanksi yang akan diberikan, pihaknya mengatakan sudah mulai diperketat. Hal ini karena dalam giat tersebut, petugas menggunakan teknologi yang sudah ada dalam mengukur seberapa besar suara yang dihasilkan dari knalpot motor.

2 dari 3 Halaman

Sudah Diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup

Tingkat kebisingan tersebut pun juga sudah diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomo 7 Tahun 2009. Dalam peraturan tersebut, pemerintah sudah menjelaskan berapa batas desibel yang ditolerir dari sebuah knalpot. Dan hal tersebut pun diklasifikasi berdasarkan kapasitas mesinnya.

?Dalam peraturan tersebut dibedakan tingkat kebisingannya berdasarkan kubikasi, untuk 80cc tingkat kebisingannya maksimal 77 dB, untuk 175cc maksimal 80 dB (dB=Decibel / satuan keras suara) dan untuk lebih dari 175cc maksimal 83 dB. Diregulasi ini mengatur untuk kendaraan baru,? jelas Toni.

3 dari 3 Halaman

Razia knalpot tersebut bukan hanya untuk mengatur mengenai komponen yang layak dan tidak layak pada sebuah kendaraan bermotor. Tetapi, suara yang dihasilkan dan memekakan telinga, juga kerap dikeluhkan oleh pengguna jalan lain.

Karena hal itulah, razia knalpot bising kerap dilakukan polisi agar menimbulkan efek jera bagi penggunanya.

Penulis: Fahmi Rizki

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR