HOME » BERITA » SOPIR TAKSI ONLINE JADI KORBAN MODUS GANJAL ATM, RP100 JUTA MELAYANG

Sopir Taksi Online jadi Korban Modus Ganjal ATM, Rp100 Juta Melayang

Seorang sopir taksi online kehilangan Rp100 juta setelah menjadi korban pembobolan ATM.

Rabu, 29 April 2020 08:15 Editor : Dini Arining Tyas
Sopir Taksi Online jadi Korban Modus Ganjal ATM, Rp100 Juta Melayang
Ilustrasi ATM (thejournal.ie)

OTOSIA.COM - Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk 8 dari 9 orang pelaku pencurian spesialis pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Korban sindikat ini adalah seorang sopir taksi online.

Rekening sopir taksi online dikuras pelaku mencapai Rp 100 juta. Dilansir dari Merdeka.com, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan kasus pembobolan ini sempat viral di media sosial.

"Ini viral ada seorang driver GOJEK yang mereka curhat di medsos karena merasa bahwa di ATM-nya ada yang mencuri sekitar Rp100 juta yang dia kumpulkan selama ini selama kurun waktu tujuh tahun dia kumpulkan," kata dia di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (28/4/2020).

1 dari 2 Halaman

Yusri menjelaskan, peristiwa ini bermula saat korban sedang bertransaksi di salah satu ATM di minimarket kawasan Cibitung, Bekasi. Kartu ATM-nya tiba-tiba terganjal.

Seseorang tidak dikenal datang menawarkan bantuan mengeluarkan kartu dari mulut ATM. Tapi korban tak menyadari bahwa orang tersebut adalah komplotan pembobol ATM.

"Ada sembilan pelaku tapi 1 masih diburu inisial R. Semua pelaku punya peran masing-masing, ada yang berperan sebagai sopir, ada juga perannya mengalihkan perhatian, lalu mengintip pin calon korban, kemudian mengganjal ATM, berperan menukar ATM," papar dia.

 

2 dari 2 Halaman

Setelah itu, pelaku berhasil mengeluarkan kartu ATM milik korban. Tapi, yang diberikan ke korban ialah kartu ATM palsu.

"Mereka langsung mengambil uang menggunakan ATM korban di mesin lain," ucap dia.

Yusri menerangkan, tak kurang dari 24 jam, 8 dari 9 pelaku berhasil ditangkap. Kepada polisi, pelaku mengaku, sudah tiga kali membobol ATM dengan modus ganjal. Korban yang di sasar adalah nasabah-nasabah yang mengambil uang di SPBU dan minimarket.

"Korban ini ada tiga melapor pertama sopir taksi online kerugiannya sekitar Rp 100 juta, ada juga yang Rp 35 juta dan Rp 8,5 juta," ucap dia.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Mereka terancam pidana penjara paling lama 7 tahun.

BERI KOMENTAR