HOME » BERITA » STNK MATI 2 TAHUN, LEGALITAS KENDARAAN BISA DIHAPUS

STNK Mati 2 Tahun, Legalitas Kendaraan Bisa Dihapus

Jangan abaikan urusan perpanjangan STNK, jika tak ingin nomor kendaraan Otolovers dianggap hangus.

Selasa, 04 September 2018 12:45 Editor : Dini Arining Tyas
Foto by Liputan6.com

OTOSIA.COM - Sesuai aturan, setiap pemilik kendaraan wajib membayarkan pajak kendaraannya dan melakukan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Pembayaran ini sesuai dengan jatuh tempo yang telah ditentukan, jika terlewat barang tentu akan mendapatkan konsekuensinya.

Jika hanya menunggak membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), sanksi yang diberikan hanya denda. Jadi, pemilik kendaraan wajib membayar PKB ditambah denda tunggakan tersebut.

Namun, berbeda dengan masa berlaku STNK. Bila STNK tidak diperpanjang selama dua tahun setelah habis masa berlaku, maka dapat dihapus dari daftar dari Registrasi dan Identifikasi (Regident) Kendaraan Bermotor (ranmor) sesuai ketentuan UU Nomor 22 Tahun 2009.

Dikonfirmasi langsung oleh Kompol Bayu Pratama Gubunagi, Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro jaya, informasi terkait penghapusan nomor kendaraan bermotor tersebut memang benar, dan saat ini tengah dilakukan sosialisasi.

"Iya, itu benar (informasi penghapusan nomor kendaraan bermotor). Peraturannya sudah ada di undang-undang lalu lintas dan Perkab. Cuma penerapannya harus berkoordinasi dengan pembinaan Samsat," jelas Kompol Bayu saat dihubungi Liputan6.com, Senin (3/9/2018).

Lanjut Kompol Bayu, memang untuk pelaksanaan peraturan ini terkait banyak hal, seperti pajak progresif, pendataan kendaraan bermotor, dan masa sosialisasi yang saat ini sedang berlangsung.

"Pelaksanaan nanti menunggu hasil lebih lanjut dari pembina Samsat lainnya, karena seperti yang saya bilang jumlah kendaraan yang belum daftar ulang tidak sedikit," tandasnya.

Maka dengan demikian, Otolovers perlu untuk memperhatikan periode jatuh tempo perpanjangan STNK dan PKB, dan jangan mengabaikannya.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR