HOME » BERITA » STUDI: JUMLAH KECELAKAAN FATAL NAIK SETELAH LEGALISASI GANJA

Studi: Jumlah Kecelakaan Fatal Naik Setelah Legalisasi Ganja

AAA Foundation melakukan penelitian selama 10 tahun untuk melihat dampak legalisasi ganja untuk pengemudi mobil.

Senin, 03 Februari 2020 21:15 Editor : Dini Arining Tyas
Studi: Jumlah Kecelakaan Fatal Naik Setelah Legalisasi Ganja
Ilustrasi kecelakaan fatal (AAA Foundation)

OTOSIA.COM - Washington menjadi salah satu negara bagian yang melegalkan pemakaian ganja. Aturan ini berlaku sejak 2012 lalu. Setelah legalisasi itu, didapati sesuatu yang cukup menarik soal pemakaian ganja dan kecelakaan dalam penelitian yang dilakukan oleh AAA Foundation.

Menurut siaran pers AAA Foundation, pihaknya memfokuskan penelitian itu di negara bagian Washington selama 10 tahun. Lebih tepatnya, 5 tahun sebelum legalisasi pemakaian ganja dan 5 tahun sesudahnya.

Penelitian yang dilakukan untuk melihat apakah ada dampak negatif pada pengemudi itu, menyebutkan bahwa adanya peningkatan pengemudi yang positif Tetrahydrocannabinol (THC).

1 dari 2 Halaman

THC merupakan komponen utama yang memberikan efek psikologis pada ganja. Sebelum tahun 2013, pengemudi yang positif THC sekitar 8,8 persen dan terlibat kecelakaan fatal. Setelah ganja dilegalkan, angka itu naik menjadi rata-rata 18 persen.

Dalam angka aktual, rata-rata ada 56 pengemudi yang positif THC sebelum disahkan. Lalu, angka rata-rata itu naik menjadi 130 pengemudi setelah disahkan.

Meski begitu, ganja bukanlah penyebab utama dalam keccelakaan fatal ini. Hanya saja, ada peningkatan pengemudi positif THC setelah dilegalkan.

2 dari 2 Halaman

"Studi ini memungkinkan kami meninjau data 10 tahun penuh tentang dampak potensial ganja pada keselamatan berkendara. Ini menimbulkan kekhawatiran yang signifikan," terang Direktur Eksekutif AAA Foundation, Dr David Yang, dikutip dari Motor1.

Saat ini diketahui ada 11 negara bagian yang melegalkan penggunaan ganja secara rekreasional. Jumlah itu disebut berotensi terus meningkat pada tahun-tahun yang akan datang.

BERI KOMENTAR