HOME » BERITA » STUDI: PERILAKU BURUK PENGEMUDI DIPREDIKSI NAIK SELAMA LOCKDOWN COVID-19 DI AS

Studi: Perilaku Buruk Pengemudi Diprediksi Naik Selama Lockdown COVID-19 di AS

Perilaku buruk yang menyebabkan kecelakaan diprediksi meningkat di AS. Hal itu lantaran jalanan yang lebih lengang sehingga pengemudi melaju lebih kencang dari biasanya.

Senin, 05 Oktober 2020 15:15 Editor : Dini Arining Tyas
Studi: Perilaku Buruk Pengemudi Diprediksi Naik Selama Lockdown COVID-19 di AS
Lalu lintas AS (Motor1.com)

OTOSIA.COM - Polda Metro Jaya mencatat adanya peningkatan kecelakaan lalu lintas selama PSBB ketat DKI Jakarta, sebesar satu persen. Sedangkan peningkatan korban tewas meningkat 40 persen.

Rupanya hal serupa tak hanya terjadi di Jakarta. Perilaku mengemudi yang membahayakan sehingga bisa menyebabkan kecelakaan juga diprediksi meningkat di Amerika Serikat selama pandemi COVID-19.

Seperti data yang dirilis National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) yang menunjukkan kebiasaan buruk mengemudi telah menyebabkan peningkatan kematian dalam kecelakaan mobil selama paruh pertama tahun 2020.

1 dari 2 Halaman

Dilansir dari Motor1, data dalam studi yang dilakukan NHTSA itu dijabarbak bersama dengan data tahun 2019. Pada tahun lalu, kematian secara keseluruhan turun 2 persen dan jumlah kematian per 100 mil kendaraan (VMT) turun menajdi 1,10.

Berdasarkan hal itu, NHTSA memprediksi tingkat kematian 1,10 untuk tahun 2020. Tapi selama lockdown COVID-19, NHTSA melaporkan total VMT turun 16,5 persen hingga paruh pertama tahun 2020.

Jika mengacu pada statistik, maka seharusnya tingkat kematian per 100 juta VMT juga akan turun, tetapi meningkat menjadi 1,42. Angka itu dinilai menjadi tingkat kematian tertinggi selama 15 tahun terakhir.

2 dari 2 Halaman

NHTSA lantas menyimpulkan bahwa pengemudi mengambil risiko karena jalan raya yang lebih kosong. Ada banyak faktor yang berkontribusi apda peningkatan angka kematian.

Lalu lintas yang lebih lengang, yang berarti memungkinkan pengemudi melaju dengan kecepatan tinggi.

Pada penelitian awal NHTSA ini juga disebutkan penurunan penggunaan sabuk pengaman, terutama pada demografi usia 18-34 tahun. Selain itu juga adanya peningkatan pengemudi yang mengemudi di bawah pengaruh alkohol dan narkoba.

BERI KOMENTAR