HOME » BERITA » SUDAH DIIZINKAN DI JAKARTA, BOGOR MASIH LARANG OJOL ANGKUT PENUMPANG

Sudah Diizinkan di Jakarta, Bogor Masih Larang Ojol Angkut Penumpang

Berbeda dengan di DKI Jakarta, di Kota Bogor ojek online masih tak diizinkan untuk mengangkut penumpang.

Rabu, 10 Juni 2020 09:15 Editor : Dini Arining Tyas
Sudah Diizinkan di Jakarta, Bogor Masih Larang Ojol Angkut Penumpang
Ojek online menggunakan partisi portable (ist)

OTOSIA.COM - Saat ini, Bogor juga tengah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi, hingga awal Juli 2020. Selama masa itu, ojek online di Bogor masih tak diizinkan mengangkut penumpang. Hal ini terlihat berbeda dengan Jakarta.

Dilansir dari Merdeka.com, Wakil Walikota Bogor, dedie A Rachim mengatakan meski pusat perbelanjaan berangsur mulai beroperasi, namun dia menilai mengangkut penumpang memiliki risiko tinggi dalam penularan COVID-19. Menurutnya hal ini sesuai Perwali Kota Bogor Nomor 44 Tahun 2020 tentang PSBB yang mengatur jaga jarak sosial dalam upaya percepatan penanganan COVID-19.

"Bila ojol (ojek online) kembali mengangkut penumpang, maka tak ada lagi jaga jarak. Kita masih menegakkan aturan jaga jarak. Karena di Perwali 44 itu kan kita berlakukan sosial dan physical distancing," kata Dedie, Selasa (9/6/2020).

1 dari 4 Halaman

Meski begitu, sambung Dedie, pihaknya tetap akan mempertimbangkan dan membahas lebih lanjut bersama para pihak terkait agar layanan transportasi ojek daring tersebut bisa melakukan pengangkutan penumpang.

Sementara dalam pembahasannya, Dedie menyebut, salah satu provider ojol, telah menyampaikan kesiapan layanannya dalam rangka mendukung pemerintah memutus mata rantai penularan Virus Corona di Kota Bogor ini.

"Pertama, Gojek telah memiliki Posko Aman di lima wilayah yang tersebar di Kota dan Kabupaten Bogor. Di posko tersebut, setiap driver mendapat pelayanan kesehatan yang mengacu pada Protokol COVID-19 mulai dari pengecekan suhu, penyemprotan desinfektan pada kendaraan, hingga pemberian hand sanitizer," katanya.

2 dari 4 Halaman

Kedua, masih disampaikan Dedie, pihak Gojek juga sedang mempertimbangkan dalam menyediakan layanan hairnet pada helm untuk penumpang. Atau, kata Dedie, penumpang diminta untuk membawa helm sendiri.

Selain itu, Dedie menyebut, Gojek sedang merancang inovasi untuk membuat dinding pembatas antara penumpang dengan driver. Sehingga, penumpang merasa aman dan nyaman karena tidak langsung bersentuhan fisik.

"Ada pembatasnya dalam bentuk akrilik. Ini nantinya bisa lebih memberikan keamanan dari sisi penumpang tidak langsung bersentuhan dengan tubuh dari driver," ucap dia.

Sementara saat ini, pengangkutan penumpang bagi layanan transportasi ojol mulai berlaku diterapkan di wilayah DKI Jakarta. Ketentuan itu diatur dalam Surat Keputusan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Nomor 105 Tahun 2020 tentang pengendalian sektor transportasi dalam rangka pencegahan COVID-19 pada masa transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif.

 

3 dari 4 Halaman

Sementara itu, berbeda kondisi di Bekasi. Walik Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, pemerintah daerah mulai mengizinkan ojek online di wilayahnya. Kebijakan itu mengikuti yang dilakukan di DKI Jakarta.

"Kalau DKI boleh, kenapa kita tidak," kata Rahmat Effendi di Bekasi, Selasa (9/6/2020).

Pemerintah Kota Bekasi sejak Jumat pekan lalu telah melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pusat perniagaan mulai dibolehkan membuka usahanya tapi dengan kebiasaan baru.

Ia mengatakan, karakter Kota Bekasi dan DKI Jakarta sama, letak geografisnya juga bersebelahan. Aktivitas penduduk mayoritas berada di DKI Jakarta. Meski dibolehkan, ia mengingatkan supaya driver dan penumpang menjalankan protokol kesehatan.

"Yang penting protokolnya, standardnya," kata dia.

4 dari 4 Halaman

Sejumlah driver ojek online menyambut gembira keputusan pemerintah daerah mengizinkannya. Sebab, selama dua bulan lebih, mereka hanya melayani antar barang.

"Penghasilan berkurang, kalau pun food, nongkrongnya harus di dekat restoran," ujar Arfandi, warga Rawalumbu.

Ia berharap perusahaan aplikasi menyesuaikan kebijakan tersebut dengan membuka lagi layanan di dalam aplikasi. Soalnya, sampai malam hari ini, aplikasi mengangkut penumpang belum bisa bisa.

"Kalau pesan langsung otomatis ke sewa mobil," ujarnya.

BERI KOMENTAR