HOME » BERITA » SUKA MEMOTRET KECELAKAAN DARI DALAM MOBIL? BISA DIDENDA RP2 JUTA

Suka Memotret Kecelakaan dari Dalam Mobil? Bisa Didenda Rp2 Juta

Seperti aturan di Indonesia, berkendara sambil menggunakan handphone tak dilegalkan. Tapi mungkin soal seberapa ketat, Indonesia masih kalah jauh dengan negara lain.

Jum'at, 24 Mei 2019 12:15 Editor : Dini Arining Tyas
Memotret kecelakaan lalu lintas dari dalam mobil bisa didenda (Autoevolution)

OTOSIA.COM - Seperti aturan di Indonesia, berkendara sambil menggunakan handphone tak dilegalkan. Tapi mungkin soal seberapa ketat, Indonesia masih kalah jauh dengan negara lain.

Bahkan di Jerman, hanya sekadar untuk memotret peristiwa kecelakaan akan membuat pengguna jalan berurusan dengan polisi. Tapi rupanya aturan yang ketat tak membuat para pengguna jalan berhenti melakukan tindakan tersebut.

Foto-foto kecelakaan bertebaran di media sosial yang di ambil dari dalam mobil, bahkan mobil yang sedang berjalan. Melansir Autoevolution, seorang polisi lalu lintas, Stefan Pfeiffer, tak akan sungkan untuk mempermalukan para pengguna jalan yang bertindak seperti itu.

Harapannya, mereka bisa meninggalkan kebiasan berbahaya semacam itu. Salah satu yang dilakukan Pfeiffer sempat terekam video dan ramai di media sosial.

Video itu menunjukkan petugas yang sedang mempermalukan dua pengemudi van yang melewati lokasi kecelakaan fatal di Autobahn 6. Awalnya, Pfeiffer menepikans eorang sopir van.

Lalu dia mengajak sopir tersebut dan berkata akan menunjukkan sesuatu. Rencananya, petugas tersebut akan mengajak sopir untuk melihat mayat kecelakaan secara langsung dan mengizinkannya mengambil gambar sebanyak mungkin. Tapi batal.

"Tidak tahu malu," kata polisi itu sebelum kemudian memberi tahu bahwa si sopir tersebut didenda EUR 128 atau Rp 2,069 juta (Kurs EUR 1 = Rp 16.170), karena mengambil gambar kecelakaan.

Pengemudi kedua ketahuan melakukkan hal yang sama. Lalu polisi itu mengatakan bahwa korban kecelakaan berasal dari negara asalnya. Lagi, si polisi mengatakan 'tidak tahu malu' ketika si sopir meminta maaf.

"Bagi kami ini adala kesempatan untuk mengkonfrontasi perilaku mereka. Jika kita hanya mendenda dan melepaskan mereka begitu saja, saya cukup yakin mereka akan mengulangi lagi. Saya pikir mereka harus menyadari apa yang sebenarnya mereka lakukan. Kami melihat konfrontasi ini bisa membuat mereka sadar bahwa hal ini serius," ujarnya.

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR