HOME » BERITA » SUPAYA MESIN MOBIL TAK MATI AKIBAT JADI SARANG TIKUS, HINDARI HAL INI

Supaya Mesin Mobil Tak Mati Akibat Jadi Sarang Tikus, Hindari Hal Ini

Senin, 10 September 2018 20:15 Editor : Dini Arining Tyas
Foto by Mobilku

OTOSIA.COM - Kasus mobil tidak mau nyala gara-gara kabel digigit tikus mungkin cerita sepele. Tapi kalau mesin tidak menyala, tentu jadinya merepotkan.

Sejumlah hal menjadi penyebab mengapa tikus akhirnya bisa masuk ke dalam mobil dan menggigit kabel.

"Tikus itu biasanya senang dengan tempat yang hangat, biasanya ada tempat yang buat nangkring, buat bersarang dan kebetulan ada kabel di sana yang jadi penghalang, dan dia tahu kabel itu lunak. Digigitlah," kata mekanik senior bengkel Bos Pondok Cabe, Jakarta, Wahyu Hari Pamuji.

Tempat itu biasanya di bagian mesin, transmisi, antara shockbreaker, antara dudukan suport, dan saringan udara. Tempat lainnya adalah di bagian tangki bensin.

"Kami sering di bengkel menemukan kejadian digigit tikus di bagian-bagian itu. Avanza Xenia sering sekali kabel mundur itu digigit," kata dia.

Tikus senang berada di area-area itu karena pas tidak terlalu panas. Soal jenis mobil, ini biasa apa saja. Mobil Jepang, mobil Eropa. Namun biasanya penyebabnya karena pilihan lokasi parkir.

"Kalau dia parkir di dekat got, sampah, dan dia tertarik dengan kondisi hangat. Hampir 95% kasus mobil digigit dan disarangin tikus yang saya tangani itu parkirnya di dekat tempat sampah, dan di pinggir got yang kotor. Kadang yang sehari parkir sudah digigit, apalagi yang berhari-hari. Saya pernah nemui kasus mobil ada anak-anak tikus. Jadi hindari tempat-tempat itu," jelasnya.

Indikasi dari kerusakan karena gigitan tikus antara lain adalah sekring yang kerap kali putus.

"Kalau dia putus, lalu kita ganti tetap putus, jangan pernah menaikkan nilai sekring (ampere, jangan ganti sekirng ampere lebih besar). Yang bahaya jika masuk area kabel harnes," kata dia.

Untuk menghindari keberadaan tikus, pengguna mobil bisa menempatkan kapur barus di tempat-tempat tersebut. Saran lainnya adalah menempatkan buah matoa.

"Yang sudah-sudah berdasarkan pengalaman, 90 persen dari kerusakan ini bisa diperbaiki," kata dia lagi.

Reporter : Nazarudin Ray

 (kpl/nzr/tys)

BERI KOMENTAR