HOME » BERITA » SURVIVE DI JALAN JELEK ALA MAMAH MUDA, DULU BER-SUV KINI PAKAI XPANDER

Survive di Jalan Jelek ala Mamah Muda, Dulu Ber-SUV Kini Pakai Xpander

Tya, seorang ibu muda sudah menganggap Mitsubishi Xpander sebagai rumah keduanya, sekaligus tempat bermain kedua putranya.

Kamis, 20 Agustus 2020 20:00 Editor : Nazarudin Ray
Survive di Jalan Jelek ala Mamah Muda, Dulu Ber-SUV Kini Pakai Xpander
Tya bersama kedua putranya (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Cerita tentang mobil ibarat kisah rumah tempat kita tinggal. Bedanya, yang satu ini adalah 'rumah' saat kita berada di luar, tepatnya di jalan. Bergerak seiring usia dan kita terus berada di dalamnya. Nyaris setiap hari. Bahkan kala harus lewati jalan jelek. Mau tidak mau.

Bagi seorang perempuan bernama Anitya, 'rumah berjalan' favoritnya untuk menerabas jalan jelek pada masa-masa kuliah adalah SUV. Hujan panas dan jalan berlubang, semua dilalui di atas kendaraan mininya. Cukup untuk sendirian, bersama tas dan tugas kuliah.

"Waktu kuliah pakai itu selama beberapa tahun hingga kerja. Lalu terakhir pakai mini MPV," kata perempuan yang kini sudah menjadi ibu muda dengan dua anak ini.

1 dari 7 Halaman

Menggulirkan pilihan pada MPV lalu diakuinya menjadi hal 'biasa'. Rumah di jalan untuk Tya (panggilan Anitya) mulai harus terdefinisi layaknya rumah sesungguhnya, lega.

"Terbiasa dengan MPV karena ruangnya juga lebih luas. Bisa untuk angkut barang, seperti belanjaan, dan lain-lain," ujar guru yang mengajar di sebuah sekolah swasta tersebut.

Guru sekolah, baginya, profesi ini membuatnya bisa bertemu dengan anak-anak setiap hari, melihat karakter mereka yang berbeda-beda dan selalu menarik, selain berbagi ilmu dengan orang lain.

 

2 dari 7 Halaman

Seru memang. Namun siapa sangka, sekelumit persoalan yang berada di belakang dalam menjalani profesi ini akhirnya jadi tidak terlihat. Tya memilih 'rumah' di jalan yang memang lega untuk kebutuhannya sebagai guru. Apalagi, dia guru dengan dua anak. Sibuk sekali.

'Karena biasanya ke sekolah bawa beberapa tas. Tas kerja, laptop, tas bekal. Lalu tiap hari juga selalu ke sekolah bersama 2 anak. Bawaan anak SD zaman sekarang banyak sekali. Jadi meski kami bertiga dengan banyak barang, mobil tidak terasa sesak. Kalau pulang sekolah mampir belanja ke supermarket sekalipun, tetap muat dan lega," kata dia.

'Rumah' di jalan yang baru saja Tya ceritakan ini sebenarnya adalah Xpander. Satu MPV baru yang ia pilih saat ini. Sebagai MPV paling jangkung (ground clearence sampai 20 cm lebih), Xpander memang lega dengan ukuran panjang 4.475 mm, lebar 1.750 mm, dan tinggi 1.700 mm. Lebar 1.750 mm, ini memang paling lebar di antara mobil sejenisnya.

 

3 dari 7 Halaman

Kenapa Xpander yang akhirnya dipilih? Gara-garanya, ibu berusia 37 tahun ini melihat iklan kendaraan keluaran PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) itu dan melihat banyak yang menggunakannya di jalan. Maklum, mobil ini memang langsung hype sejak kali pertama kemunculannya, dan bercokol dengan predikat mobil terlaris Indonesia.

"Saat itu sering banget lihat iklan Xpander dan banyak yang pakai di jalan. Apalagi, modelnya menurut saya modern banget, unik. Lama-lama penasaran. Apalagi harganya relatif terjangkau dengan spesifikasi yang lebih bagus daripada MPV biasanya," kata warga Bekasi ini.

Iklan dan pemandangan Xpander wara-wiri di jalan rupa-rupanya pas. Sebab, saat itu, Tya sedang berniat membeli mobil baru.

 

4 dari 7 Halaman

"Waktu itu niatnya memang beli MPV baru. Karena Xpander nawarin spesifikasi yang lebih daripada MPV biasanya, jadi tertarik. Paling utama sih karena pengin yang kabinnya luas dan nyaman untuk jalanan rusak sekalipun," ujarnya.

Bisa menawarkan lebih dari MPV biasa, why not? Begitulah ujar Tya saat itu. Akhirnya sebuah Xpander jadi 'rumah' barunya di jalan. Ceritanya berlanjut dengan mendeskripsikan 'nyaman di jalanan rusak sekalipun'. Tya juga menyebut jika Xpander yang dibelinya merupakan tipe GLS manual tahun 2018.

"Lewat jalan rusak tiap hari tetap nyaman. Beda deh sama mobil sebelumnya yang terasa goncangannya tiap lewat jalan rusak. Saya enggak begitu mengerti mesin juga tapi sejauh ini merasa powernya oke untuk kelas mobil keluarga. Yang jelas jauh lebih nyaman menyetir ini daripada mobil sebelumnya," papar Tya soal mesin DOHC 16 katup.

 

5 dari 7 Halaman

Yah, konfigurasi mesin dengan banyak katup membuat tarikan bertahap. Sementara, DOHC atau camshaft ganda sudah jadi andalan untuk menyediakan daya. Masih ingat kan, iklan mobil ini menarik wahana permainan bianglala besar? Sebegitu kuat memang daya mesinnya.

Sedikit kilas balik pula, Xpander sendiri sebelum peluncurannya sudah 'disiksa' langsung oleh pereli Rifat Sungkar untuk memastikan kenyamanan, ketangguhan, dan kestabilannya. Pereli yang sudah tes 26 lap di test track Okazaki Jepang itu sendiri bilang kemampuan Xpander tidak terlepas dari pengalaman Mitsubishi terhadap Pajero.

Kokoh tapi juga nyaman karena stabil. Di situ kuncinya. Alasannya, karena Mitsubishi memang membuat kaki-kaki rigid terutama penguatan di penghubung torsion beam, plus perhatian di sektor shock absorber atau peredam kejut.

 

6 dari 7 Halaman

Tempat bermain anak

Bicara kabin, satu cerita yang Tya tambahkan bahwa dua anaknya adalah laki-laki. Rumah di jalan tidak ubahnya rumah tempat tinggal, yang berarti juga bisa menjadi medan adventure dunia khayalan mereka. Ibaratnya, rumah berjalan Tya adalah 'taman bermain' bagi anak-anaknya.

"Kabin nyaman dan luas, jadi anak-anak tidak berdesakan dengan barang di belakang. Apalagi namanya anak laki-laki ya pasti dua-duanya tidak bisa diam di dalam mobil."

Lalu, kata dia, ada belasan tempat penyimpanan di Xpander yang bisa menjadi semacam 'gudang' kecil agar rumah berjalannya ini tetap bisa membawa barang-barang yang harus ada tersedia, tapi tidak berceceran.

 

7 dari 7 Halaman

"Iya, benar. Banyak tempat penyimpanan. Salah satunya saya manfaatkan untuk simpan sepatu olahraga saya di bawah kursi penumpang. Di belakang juga banyak, bisa untuk simpan alat ibadah jadi tidak perlu repot bawa dalam tas tiap pergi," kata dia.

Jika pandemi murni berakhir, Tya sudah berencana roadtrip. Liburan yang berarti akan lebih lama dinikmati di jalan ini sebenernya sudah ia jajal kecil-kecilan kala ke Bandung. Saat itu, dia memilih untuk tidak lewat jalan tol. Jalan jelek pun no problem. Ini makanya, dia pede kalau selanjutnya berencana mencicipi nikmatnya jalan darat ke Jawa Tengah dan Yogyakarta.

"Pastinya. Tapi tunggu pandemi selesai dulu," ujarnya yakin. Pasti yakin lah. Toh 'rumah berjalannya' ini sudah siap.

 

BERI KOMENTAR