HOME » BERITA » SUV JADI PENOPANG UTAMA EKSPOR TOYOTA INDONESIA

SUV Jadi Penopang Utama Ekspor Toyota Indonesia

SUV Toyota Fortuner dan Rush masih menjadi penopang utama ekspor Toyota Indonesia

Selasa, 21 Januari 2020 19:15 Editor : Ahmad Muzaki
SUV Jadi Penopang Utama Ekspor Toyota Indonesia
Ekspor Toyota (Istimewa)

OTOSIA.COM - Ekspor kendaraan utuh (Complete Built Up/CBU) merek Toyota tahun 2029 lalu mencapai kenaikan tertinggi selama 5 tahun terakhir. Tercatat PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengapalkan sebanyak 208.500 unit, naik tipis dibandingkan volume ekspor tahun 2018 sebesar 206.500 unit.

"Mempertahankan serta meningkatkan performa ekspor merupakan hal yang tidak mudah karena menyangkut banyak faktor seperti daya saing baik daya saing produk, infrastruktur pendukung hingga regulasi," kata Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur TMMIN.

1 dari 2 Halaman

SUV Toyota Fortuner dan Rush masih menjadi penopang utama ekspor Toyota Indonesia. Masing-masing sebanyak 45.300 unit dan 50.300 unit. Sedangkan sedan Vios dalam bentuk CBU mencapai 31.000 unit.

Sementara di kategori Multi-Purpose Vehicle (MPV), Kijang Innova dan Avanza masing-masing diekspor sebanyak 5.300 unit dan 28.900 unit. Lalu ekspor Low Cost Green Car (LCGC) Agya sebanyak 27.800 unit.

Sedangkan model Yaris, Sienta, dan Town Ace/Lite Ace melengkapi kinerja ekspor CBU bermerek Toyota dengan total volume sebesar 19.900 unit.

2 dari 2 Halaman

Selain mengapalkan kendaraan utuh, ekspor kendaraan terurai (Complete Knock Down/CKD) Toyota tahun lalu mencapai 45.400 unit, mesin bensin dan etanol dengan tipe TR dan NR dengan total 123.600 unit serta komponen kendaraan dengan volume 94,2 juta unit.

Produk ekspor Toyota telah merambah lebih dari 80 negara tujuan di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika dan Karibia.

?Adanya tambahan negara tujuan baru di kawasan Amerika Tengah, Mekong dan Afrika cukup membantu dalam mengompensasi penurunan volume di beberapa negara terdampak krisis dan negara yang menerapkan hambatan non-tarif,? papar Warih.

BERI KOMENTAR