HOME » BERITA » SUZUKI ANCANG-ANCANG LUNCURKAN MOBIL MURAH USAI CORONA

Suzuki Ancang-ancang Luncurkan Mobil Murah Usai Corona

Suzuki menyiapkan mobil murah usai pandemi COVID-19 mereda. Mobil tersebut digadang-gadang masuk di segmen LCGC

Sabtu, 06 Juni 2020 17:15 Editor : Nazarudin Ray
Suzuki Ancang-ancang Luncurkan Mobil Murah Usai Corona
Ilustrasi Suzuki Karimun Wagon R (Suzuki)

OTOSIA.COM - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) ancang-ancang untuk memperkenalkan mobil murah atau Low Cost Green Car (LCGC). Mobil murah tersebut digadang-gadang meluncur usai pandemi corona COVID-19 berakhir.

Peluncuran mobil tersebut merupakan bagian dari strategi global Suzuki untuk mendorong daya beli konsumen yang menurun akibat pandemi COVID-19.

Sebagai langkah awal persiapan, Suzuki melakukan pembicaraan dengan pemerintah terkait apakah model tersebut masuk ke segmen LCGC. Namun dari spesifikasi dan harga, mobil baru Suzuki sudah memenuhi persyaratan sebagai LCGC.

1 dari 2 Halaman

"Untuk segmennya masih dipertimbangkan, karena ada beberapa celah market yang masih dipelajari. Mana yang lebih ideal untuk peluncuran model tersebut," kata Harold Donel, Head of Product Development & Marketing Research SIS dalam diskusi virtual bersama Forum Wartawan Otomotif (Forwot) kemarin (4/6).

Suzuki melihat ada peluang pasar yang pas untuk memasukkan mobil ini di saat corona. Berdasarkan temuan Suzuki, ada tren di Cina penjualan mobil meningkat usai COVID-19 mereda. Konsumen di negri Tirai Bambu merasa masih khawatir menggunakan angkutan umum, dan beralih ke mobil pribadi.

 

2 dari 2 Halaman

Dalam kondisi ekonomi belum membaik dan daya beli masyarakat menurun, mobil dengan harga terjangkau dinilai cocok untuk situasi saat ini, sekaligus untuk mendongkrak penjualan Suzuki yang tahun ini diprediksi melorot 40% hingga 50%.

Ketika ditanya mobil murah tersebut merupakan turunan dari Karimun Wagon, Suzuki tidak memberi jawaban tegas. 

"Produk baru merupakan model yang memang akan direncanakan. Mobil kompak tidak terlalu mahal dan tejangkau, dan ini bisa dikembangkan untuk market Indonesia dan menjadi momentum yang tepat," tutupnya.

 

BERI KOMENTAR