HOME » BERITA » COVID-19 BELUM REDA, PABRIK SUZUKI INDONESIA BEROPERASI KEMBALI

COVID-19 Belum Reda, Pabrik Suzuki Indonesia Beroperasi Kembali

Suzuki Indonesia kembali mengoperasikan pabrik mereka di Indonesia secara bertahap mulai tanggal 26 Mei 2020.

Minggu, 31 Mei 2020 14:15 Editor : Nazarudin Ray
COVID-19 Belum Reda, Pabrik Suzuki Indonesia Beroperasi Kembali
Ilustrasi Suzuki Ertiga (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Suzuki Indonesia kembali mengoperasikan pabrik mereka di Indonesia mulai tanggal 26 Mei 2020. Sebelumnya PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memutuskan menghentikan kegiatan pabrik mereka dari 13 April 2020 hingga 22 Mei 2020.

Pengoperasian kembali pabrik Suzuki untuk memenuhi kebutuhan ekspor yang mulai berangsur pulih dari dampak pandemi corona COVID-19.

"Pabrik Suzuki mulai beroperasi kembali secara bertahap untuk memenuhi permintaan ekspor, mengingat pasar internasional sudah mulai pulih pasca pandemi COVID-19. Namun, pada tahap awal ini kami akan mengurangi volume produksi, dan secara bertahap akan kami lakukan evaluasi agar volumenya bisa ditingkatkan," kata President Director PT Suzuki Indomobil Motor/PT Suzuki Indomobil Sales, Seiji Itayama.

Namun menurut Itayama, SIS tetap memastikan tetap menjalankan Suzuki Hygiene Commitment dan standar protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah untuk seluruh karyawan dalam pengoperasian pabrik.

"Ini adalah langkah kami untuk beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru atau New Normal sambil terus mendukung perekonomian Indonesia," tandas Itayama.

1 dari 1 Halaman

Suzuki memiliki tiga pabrik di Indonesia, yakni di Cakung, Cikarang, dan Tambun. Untuk pabrik Tambun Bekasi, terbagi menjadi Tambun 1 dan Tambun 2.

Pabrik Tambun 2 merupakan area yang belum akan beroperasi. Hal ini dikarenakan pabrik Tambun 2 merupakan lokasi produksi model-model yang lebih banyak ditujukan untuk pasar domestik, seperti New Carry Pick Up, APV, dan Karimun Wagon R.

"Kami berupaya dengan optimal mendukung perekonomian Indonesia dan memprioritaskan kualitas layanan untuk pelanggan. Namun, keselamatan dan kesehatan karyawan juga tetap menjadi fokus kami. Kami harap keputusan ini adalah yang terbaik untuk semua pihak pada saat pandemi COVID-19 ini," tutup Itayama.

BERI KOMENTAR