HOME » BERITA » SUZUKI V-STROM 250 SIAP JELAJAH AUSTRALIA, AKANKAH KE INDONESIA?

Suzuki V-Strom 250 Siap Jelajah Australia, Akankah ke Indonesia?

Di benua kanguru, Suzuki V-Strom 250 berhadapan dengan Kawasaki Versys-X, Honda CRF250 Rally, dan BMW G310GS.

Jum'at, 07 September 2018 11:15 Editor : Cornelius Candra
Foto: Suzuki

OTOSIA.COM - Daya jelajah Suzuki V-Strom 250 kini semakin luas. Semenjak dirilis pada EICMA Milan 2016, motor dual-sport ini siap menjelajahi daratan Australia setelah beredar untuk pasar Eropa, Amerika, dan Asia Timur.

Di benua kanguru, moto-adventure tersebut berhadapan dengan Kawasaki Versys-X, Honda CRF250 Rally, dan BMW G310GS. Mengutip dari Mcnews.com.au, Suzuki V-Strom 250 sudah bisa dipinang sejak bulan September 2018 ini dengan banderol AUD7.190 atau sekitar Rp77 jutaan (Kurs AUD1 = Rp10.694).

Suzuki V-Strom 250 menggunakan sasis dari Suzuki GSX-R250 yang terkenal rigid dan kuat. Karena itu, moto-adventure dengan bobot 188 kg ini diklaim mudah dikendalikan dan cocok bagi pemula.

Sektor dapur pacunya pun mengadopsi milik Suzuki GSX-R250 yang sedikit dimodifikasi oleh pihak pabrikan. Hal ini tentunya dilakukan untuk menyesuaikan dengan karakteristik motor dual-purpose.

Motor ini mengandalkan mesin 2-silinder SOHC 248cc liquid-cooled. Konfigurasi tersebut membuat Suzuki V-Strom 250 memiliki tenaga sebesar 25 hp dengan torsi maksimum 23,4 Nm. Dapur pacu ini memiliki efisiensi bahan bakar mencapai 37 km/liter.

Mengenai fitur, Suzuki V-Strom 250 memang dibuat untuk menempuh perjalanan jauh maupun melibas jalur off-road ringan. Karena itu, motor ini dibekali dengan windshield, speedometer full-digital, dan kaki-kaki jenjang.

Di bagian depan, Suzuki V-Strom 250 dibekali dengan suspensi teleskopik dan monoshock di belakang. Ban depan-belakang motor ini masing-masing berukuran 110/80-17 dan 140/70-17. Kedua roda tersebut dikawal dengan rem cakram dan memiliki teknologi ABS.

Meski telah mengaspal di beberapa negara, sayangnya, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Divisi 2W masih ragu memboyong Suzuki V-Strom 250 ke Indonesia. Banggas Pardede, Department Head Marketing SIS 2W, pada Juli 2018 lalu sempat menyatakan bahwa kondisi ekonomi global sedang tidak mendukung.

"Kalau untuk hobi (motor trail adventure) ini sifatnya willingness to spend (kerelaan untuk membeli). Nah, di tengah kondisi ketidakpastian sekarang ini, contohnya satu, mendekati pilpres (pemilihan presiden) ada tekanan ekonomi global sehingga suku bunga naik, lalu dollarnya lagi mengamuk, itu semua ada faktornya. Apakah orang cenderung menahan uang atau malah spend? Uangnya ada tapi willingness to spend-nya tidak ada," jelas Banggas.

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR