HOME » BERITA » SUZUKI XL7 PALING BANYAK BERLAYAR KE MANCANEGARA

Suzuki XL7 Paling Banyak Berlayar ke Mancanegara

SUV XL7 menjadi model terbanyak yang dikespor Suzuki Indomobil Motor di bulan Juli dibandingkan Ertiga, New Cary, dan APV

Jum'at, 14 Agustus 2020 08:15 Editor : Nazarudin Ray
Suzuki XL7 Paling Banyak Berlayar ke Mancanegara
SUV XL7 primadona eskpor Suzuki Indonesia bulan Juli (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Meski aktivitas produksi di pabrik sempat terhenti akibat COVID-19, namun ekspor mobil Suzuki jalan terus. Bahkan ekspor mobil oleh PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) menunjukkan tren peningkatan pada semester kedua tahun 2020.

Selama bulan Juli 2020, SIM mengekspor total 5.030 unit mobil, baik dalam bentuk Completely Built Up (CBU) maupun Completely Knock Down (CKD). Rinciannya total produk CBU yang diekspor mencapai 4.322 unit dan CKD 708 unit. Volume ekspor tersebut lebih tinggi 329% dibanding bulan Juni.

"Volume ekspor bulan Juli meningkat signifikan jika dibanding Juni. Model-model yang berkontribusi besar terhadap peningkatan tersebut di antaranya adalah XL7 dan All New Ertiga. XL7 sendiri di bulan Juli ini menjadi model yang paling banyak dikapalkan," ujar Aris Yuliyantoro, Assistant Dept. Head Production Planning Control SIM,

1 dari 1 Halaman

Dari total ekspor SIM bulan Juli, Suzuki XL7 dilepas sebanyak 2.694 unit atau berkontribusi 54%. Posisi kedua ditempati All New Ertiga dengan jumlah 1.871 unit atau 37%, dan sisanya berasal dari New Carry dan APV.

Adapun negara-negara yang menjadi tujuan ekspor adalah Vietnam, Filipina, dan Mexico. Ketiga negara tersebut tercatat sebagai negara pengimpor terbesar. Lalu negara tujuan ekspor lainnya adalah Thailand, Taiwan, dan Myanmar.

?Suzuki saat ini memang tengah memfokuskan diri pada produk-produk lokal, baik untuk pasar domestik maupun pasar mancanegara, seperti di kawasan Asia Tenggara, Amerika Latin, hingga Oseania. Upaya ini diharapkan mampu mendorong pemulihan berbagai industri pendukung, sehingga dapat membantu pemerintah dalam memulihkan perekonomian saat ini,? pungkas Aris.

BERI KOMENTAR