HOME » BERITA » SYARAT BEPERGIAN BAGI ORANG YANG DIKECUALIKAN SELAMA LARANGAN MUDIK LEBARAN 2020

Syarat Bepergian bagi Orang yang Dikecualikan Selama Larangan Mudik Lebaran 2020

Beberapa orang yang memenuhi kriteria pengecualian bepergian menggunakan transportasi penumpang masih harus memenuhi syarat untuk bisa bepergian.

Kamis, 07 Mei 2020 20:15 Editor : Dini Arining Tyas
Syarat Bepergian bagi Orang yang Dikecualikan Selama Larangan Mudik Lebaran 2020
etua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo (BNPB)

OTOSIA.COM - Mudik Lebaran 2020 masih dilarang, di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Meski begitu, ada tiga kriteria orang yang dikecualikan dan bisa melakukan mudik.

"Beberapa waktu terakhir, kami mendapatkan kesan seolah-olah masyarakat boleh mudik dengan syarat tertentu atau adanya kelonggaran. Saya tegaskan. tidak ada perubahan peraturan tentang mudik. Artinya mudik dilarang. Titik! Saya tegaskan sekali lagi mudik dilarang, titik!" tegas Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo di kantor BNPB Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Doni pun menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 4 Thaun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Dalam SE itu disebutkan kriteria orang yang dikecualikan dan boleh melakukan bepergian.

1 dari 4 Halaman

Kriteria Pengecualian

Orang-orang masuk dalam pengecualian bepergian dengan transportasi merupakan yang terlibat dalam penanganan COVID-19, berikut daftarnya:

1. Orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta yang menyelenggarakan pelayanan percepata penanganan COVID-19; pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum; pelayanan kesehatan; pelayanan kebutuhan dasar; pelayanan pendukung layanan dasar; dan pelayanan fungsi ekonomi penting.

2. Perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat aau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya (orang tua, suami/istri, anak, saudara kandung) sakit keras atau meninggal dunia;

3. Repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Warga Negara Indonesia, dan pelajar/mahasiswa yag berada di luar negeri,s erta pemulangan orang dengan alasan khussu oleh Pemerintah sampai ke daerah asal, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2 dari 4 Halaman

Persyaratan Pengecualian

Meski begitu, mereka yang sudah mendapatkan pengecualian itu masih tetap harus memenuhi persyaratan, berikut syaratnya sesuai dengan SE:

Bagi orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta:

1. Menunjukkan surat tugas bagi Aparatur Sipil Negara, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia yang ditandatangani oleh minimal Pejabat setingkat Eselon 2;

2. Menunjukkan surat tugas bagi pegawai Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah/Unit Pelaksana Teknis/Satuan Kerja/organisasi nonpemerintah/Lembaga Usaha yang ditandatangani oleh Direksi/Kepala Kantor;

3. Menunjukkan hasil negatif COVID-19 berdasarkan Polymerase Chain Reaction (PCR) Test/Rapid Test atau surat keterangan sehat dari dinas kesehatan/rumah sakit/puskesmas/klinik kesehatan;

4. Bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus membaut surat pernyataan yang ditandangani di atas materai dan diketahui oleh Lurah/Kepala Desa setempat;

5. Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah);

6. Melaporkan rencana perjalanan (jadwal keberangkatan, jadwal pada saat berada di daerah penugasa, serta waktu kepulangan).

3 dari 4 Halaman

Bagi pasein atau orang yang anggota keluarga sakit atau meninggal dunia:

1. Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah);

2. Menunjukkan surat rujukan dari Rumah Sakit untuk pasien yang akan melakukan pengobatan di tempat lain;

3. Menunjukkan surat keterangan kematian dari tempat almarhum/almarhumah (untuk kepentingan mengunjungi kleurga yang meninggal dunia);

4. Menunjukkan hasil negatif COVID-19 berdasarkan Polymerase Chain Reaction (PCR) Test/Rapid Test atau surat keterangan sehat dari dinas kesehatan/rumah sakit/puskesmas/klinik kesehatan;

4 dari 4 Halaman

Bagi Repatriasi Pekerja Migran Indonesia, WNI dan pelajar/mahasiswa dari luar negeri:

1.Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah);

2. Menunjukkan surat keterangna dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BPPMI) atau surat keterangan dari perwakilan RI di luar negeri (untuk penumpang dari luar negeri);

3. Menunjukkan surat keterangan dari Universitas atau Sekolah (untuk Mahasiswa da Pelajar);

4. Menunjukkan hasil negatif COVID-19 berdasarkan Polymerase Chain Reaction (PCR) Test/Rapid Test atau surat keterangan sehat dari dinas kesehatan/rumah sakit/puskesmas/klinik kesehatan;

5. Proses pemulangan harus dilaksanakan secara terotganisir oleh lembaga pemerintah, pemerintah daerah, swasta dan universitas.

BERI KOMENTAR