HOME » BERITA » TAIWAN JAJAKI PASAR SUKU CADANG MOBIL BERBAHAN BAKAR ROKET DAN IOV DI INDONESIA

Taiwan Jajaki Pasar Suku Cadang Mobil Berbahan Bakar Roket dan IoV di Indonesia

Biro Perdagangan Luar Negeri Taiwan dan Taiwan External Trade Development Council berminat membuka peluang bisnis sukucadang di industri otomotif Indonesia.

Jum'at, 26 November 2021 15:45 Editor : Nazarudin Ray
Taiwan Jajaki Pasar Suku Cadang Mobil Berbahan Bakar Roket dan IoV di Indonesia
Ilustrasi Taipei Automobile and Motorcycle Parts and Accessories (taipeiampa.com.tw)

OTOSIA.COM - Sebagai pasar otomotif terbesar di ASEAN Indonesia menjadi daya tarik dan peluang bagi Taiwan. Indonesia dikatakan sebaga negara potensial bagi produk-produk otomotif Taiwan yang diakui kualitasnya.

Biro Perdagangan Luar Negeri Taiwan (BOFT) dan Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) menyatakan keinginannya untuk menjajaki peluang bisnis di industri otomotif di Indonesia khususnya suku cadang kendaraan berbahan bakar roket.

Bukan cuma itu, ke depannya Taiwan bersiap memperkenalkan teknologi pintar berkendara berbasis internet yang terhubung dengan ponsel untuk transportasi dan lalu lintas di Indonesia. Teknologi tersebut akan terintgrasi dengan badan yang berwenang mengurusi masalah transportasi darat.

"Perangkat lunak dan jaringan akan mengkomunikasikan antara jalanan dengan kendaraan. Misalnya pengendara akan memperoleh informasi jalan-jalan yang macet, sehingga mobilitasnya bisa diatur,' kata Sinny Chang, Manajer TAITRA Show dalam Taiwan Business & Trade Show Webinar, Jumat (26/11/2021).

1 dari 2 Halaman

Internet of Vehicle

Sebagai langkah awal BOFT dan TAITRA menggelar sebuah seminar yang memperkenalkan teknologi masa depan Internet of Vehicle (loV) dan Auto Electronics dari Taiwan yang menerapkan teknologi CV2X . Teknologi C-V2X sendiri adalah platform teknologi yang menggunakan basis komunikasi seluler kendaraan.

Teknologi ini akan memperbanyak sensor yang digunakan dalam mobil swakemudi, membuat pandangan kendaraan dari radar dan kamera lebih komprehensif. Penerapan teknologi ini di masa depan dapat diyakini selain mampu meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga membuat industri informasi dan komunikasi di Taiwan mampu mendekati pasar global.

"Ke depannya, semua perusahaan di industri berbahan bakar roket sangat membutuhkan koneksi dan kolaborasi. Hal inilah yang menjadikan Taipei AMPA (Automobile and Motorcycle Parts and Accessories) sebagai tempat terbaik bagi mereka untuk mendekati pasar. Kami melihat masih ada permintaan yang tinggi dari industri ini," ungkap Sinny Chang.

2 dari 2 Halaman

Pandangan Gaikindo

Sementara itu Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo menyatakan perusahaan Taiwan akan menjadi mitra yang solid bagi perusahaan di Indonesia.

Dengan kemampuan Research & Development (R&D) yang kuat dari industri Teknologi dan Informasi (TIK) di Taiwan, perkembangan teknologi elektronik mobil dan Industri IOV Taiwan ternyata juga sedang berkembang pesat.

Sejak tingkat penetrasi 5G meningkat di Taiwan pada tahun 2020, Taiwan membuat lompatan besar dalam hal membangun jaringan transportasi pintar.

"Indonesia memiliki pasar domestik yang luar biasa dan sangat membutuhkan komponen otomotif aftermarket. Pada 2019, Indonesia telah mengimpor suku cadang otomotif senilai USD 65,9 juta dari Taiwannm," ujar Kukuh.

Sedangkan Assistant Vice President Clientron Corporation, Joseph Hsieh, menyebutkan bahwa Taiwan telah membangun bidang transportasi pintar 5G di Tamsui untuk menerapkan teknologi CV2X menjadi kenyataan.

BERI KOMENTAR