HOME » BERITA » TAK ADA KAPOKNYA, PELAKU PUNGLI KE SOPIR TRUK TETAP NEKAT BERAKSI

Tak Ada Kapoknya, Pelaku Pungli ke Sopir Truk Tetap Nekat Beraksi

Pelaku pungutan liar alias pungli dan premanisme tak ada rasa takutnya. Mereka kembali beraksi dengan memalak sopir truk kontainer di Cilincing, Jakarta Utara.

Jum'at, 23 Juli 2021 16:15 Editor : Dini Arining Tyas
Tak Ada Kapoknya, Pelaku Pungli ke Sopir Truk Tetap Nekat Beraksi
Aksi pungli di Cilincing (Instagram/merekamjakarta)

OTOSIA.COM - Presiden Joko Widodo sempat meminta Kapolri secara langsung menindak tegas para pelaku pungutan liar (pungli) di depan para sopir truk. Setelah permintaan tersebut, polisi semakin gencar menindak para pelaku pungli.

Namun rupanya hal itu tak membuat aski pungli dan premanisme di Pelabuhan Tanjung Priok kapok. Sopir truk kontainer di sekitar Pabrik Bogasari, Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara pun menjadi sasaran aksi pungli dan premanisme, pada Rabu (22/7/2021).

Saat itu jalanan tengah macet. Para preman yang dijuluki 'Asmoro' itu tak segan naik ke pintu truk dan menghadang untuk memalak. Meski sebelumnya Presiden Joko Widodo aliasJokowi sudah turun tangan. Peringatan dan tindakan tersebut seakan tak diindahkan. Pelaku pungli yang belum tertangkap, masih nekat beraksi.

Video aksi para oknum itu lantas viral. Simak ulasan informasinya berikut ini.

1 dari 4 Halaman

Pungli Beraksi Lagi

Melansir dari laman Instagram akun @merekamjakarta, yang mengunggah video aksi para pelaku pungli. Para preman yang dikenal dengan sebutan 'Asmoro' itu beraksi saat arus lalu lintas sedang macet.

Aksi mereka tertangkap kamera tersembunyi dari sopir truk dari arah lain yang melintas. Terlihat sejumlah preman menghentikan truk. Sebagian yang lain memanjat pintu sopir truk. Mereka diduga tengah memalak.

Menurut pengakuan Humas Persatuan Pengemudi Truk Trailer Tanjung Priok Ahmad Holil, peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 hingga 16.00 WIB. Tepatnya di dekat Pabrik Bogasari, Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara.

"Ada malak, malak," teriak dari kejauhan.

2 dari 4 Halaman

Jokowi Hubungi Kapolri

Sebelumnya, Presiden Jokowi menerima keluhan dari para sopir truk kontainer terkait banyak pungutan liar dan premanisme di Pelabuhan Tanjung Priok.

Modus yang dilancarkan pelaku berbeda-beda di setiap pos. Mulai dari pintu masuk pelabuhan sekitar Rp2.000, hingga paling besar saat pengangkatan crane atau peti kemas sebesar Rp10.000 sampai Rp20.000.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, Jokowi langsung menghubungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui telepon. Ia meminta agar keluhan segera diselesaikan.

"Ini saya di Tanjung Priok, banyak keluhan dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar di Fortune, di NPCT 1, kemudian di Depo Dwipa. Pertama itu," kata Jokowi kepada Kapolri sebagaimana dilansir dari siaran pers Sekretariat Presiden, Kamis (10/6/2021).

"Siap," jawab Kapolri.

Jokowi menyampaikan bahwa sopir di Terminal Tanjung Priok kerap dipalak para preman. Terutama saat macet.

"Yang kedua, juga kalau pas macet itu banyak driver yang dipalak preman-preman. Keluhan-keluhan ini tolong bisa diselesaikan. Itu saja Kapolri," sambungnya.

"Siap Bapak," ujar Listyo menanggapi.

3 dari 4 Halaman

Penangkapan 49 Preman Pungli

(c) Merdeka.com

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menanggapi perintah Presiden Jokowi. Pihaknya telah meringkus 49 pelaku pungli yang kerap bikin resah.

Mereka merupakan karyawan dari dua kelompok di pos, Depo PT Greeting Fortune Container dan lokasi kedua di Depo PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta.

"Kami amankan ini ada 49 orang karyawan dengan perannya masing-masing dan kelompok-kelompok masing di pos-pos ini, di dua PT disini PT DKM (Dwipa Kharisma Mitra) dan juga PT DFC (Depo PT Greeting Fortune Container) yang diamankan," kata Yusri saat jumpa pers, di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (11/6).

Kini pelaku pungli yang kembali viral, masih dalam proses. Hingga saat ini belum diketahui pasti, dari mana para preman itu berasal.

4 dari 4 Halaman

Video Viral Pungli ke Sopir Truk Beraksi Lagi

 

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR