HOME » BERITA » TAK AKAN ADA LAGI PENILAIAN MANUAL, TES PRAKTIK SIM E-DRIVES DIRILIS PEKAN INI

Tak Akan Ada Lagi Penilaian Manual, Tes Praktik SIM e-Drives Dirilis Pekan Ini

Polisi akan mengganti sistem penilaian ujian praktik SIM ke yang lebih canggih, e-Drives. Sistem e-Drives itu akan dirilis pada 5 Desember 2019.

Selasa, 03 Desember 2019 18:45 Editor : Dini Arining Tyas
Tak Akan Ada Lagi Penilaian Manual, Tes Praktik SIM e-Drives Dirilis Pekan Ini
Ujian Praktik SIM (Ilustrasi/Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Ujian praktik Surat Izin Mengemudi (SIM) tak akan lagi dilakukan secara manual. Proses penilaiannya akan dilakukan secara komputerisasi melalui Electronic Driving System (e-Drives).

"e-Drives nanti baru akan diluncurkan pada 5 Desember 2019. Kita masih dalam tahap persiapan, dan Kamis nanti tinggal diluncurkan lalu diterapkan," terang Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf, disitat dari laman NTMC Polri.

Sistem e-Drives itu nantinya akan diterapkan untuk uji praktik SIM A dan C. Sistem ini berbasis teknologi yang memanfaatkan infrared, sensor getar, dan sensor ultrasonic.

1 dari 3 Halaman

Sistem e-Drives

Tak Akan Ada Lagi Penilaian Manual, Tes Praktik SIM e-Drives Dirilis Pekan IniSistem e-Drives

Sistem uji SIM pun akan berubah, menggunakan Electronic Driving Test System atau e-Drives. Sistem ini menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID).

RFID merupakan sistem identifikasi nirkabel yang memungkinkan pengambilan data tanpa harus bersentuhan. Teknologi elektronik tersebut diletakkan pada kendaraan roda dua.

Cara kerjanya, saat peserta melewati radar RFID ketika uji SIM, secara otomatis data peserta akan tampil pada aplikasi ujian praktek SIM di ruang monitoring.

2 dari 3 Halaman

Tak Akan Ada Lagi Penilaian Manual, Tes Praktik SIM e-Drives Dirilis Pekan Ini

Teknologi lainnya yakni passive infrared. Cahaya merah infrared akan mendeteksi kapan peserta memulai pada garis awal dan mengakhiri pada garis akhir, sehingga diketahui kapan peserta memulai dan selesai ujian.

Nah, untuk mengetahui peserta menabrak atau menyenggol benda saat ujian, polisi menerapkan viration sensor. Sensor getaran itu akan dipasang di dalam patok.

"Kalau ada yang menabrak, sensor akan aktif dan mengirim sinyal ke aplikasi praktek uji SIM pada komputer server di ruang monitoring. Sehingga penguji bisa tahu posisi dan jumlah patok yang tersenggol atau tertabrak," terang Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf, dikutip dari NTMC Polri.

3 dari 3 Halaman

Tak Akan Ada Lagi Penilaian Manual, Tes Praktik SIM e-Drives Dirilis Pekan Ini

Sedangkan untuk uji praktik SIM A, pihaknya menambahkan alat ultrasonik atau pancaran gelombang suara dengan frekuensi tinggi 20 Kh. Sensor ini diletakkan di tanjaka dan turunan.

Maka jika mobil mundur atau maju sebelum melanjutkan tanjakan atau turunan, maka sensor ultrasonik akan mengirim sinyal ke komputer server di ruang monitoring.

BERI KOMENTAR