HOME » BERITA » TAK DILIRIK DI INDONESIA, NASIB NISSAN MARCH DI JEPANG JUGA TAK JELAS

Tak Dilirik di Indonesia, Nasib Nissan March di Jepang Juga Tak Jelas

Kabar soal generasi baru Nissan March di Jepang pun masih simpang siur.

Rabu, 06 November 2019 20:45 Editor : Dini Arining Tyas
Tak Dilirik di Indonesia, Nasib Nissan March di Jepang Juga Tak Jelas
Nissan Micra versi Jepang (Best Car Web)

OTOSIA.COM - Menurut data Gaikindo, penjualan Nissan March secara wholesales hanya 4 unit pada periode September 2019. City car non LCGC Nissan ini perlahan mulai dilupakan konsumen Tanah Air.

Sementara itu di Eropa, March generasi terbaru pun baru dirilis. Meski begitu, rupanya di Jepang March malah tak jelas masa depannya.

Menurut Best Car Web, ada dua kabar berbeda yang berhembus di kampung halaman March, alias Micra di Jepang. Pertama mobil compact itu akan disuntik mati, lantaran penjualan yang tak seberapa.

Penjualan terakhir hanya 800 unit per bulan, di Jepang. Jumlah itu tidak bisa membiayai produksi March sendiri. Model yang saat ini beredar di pasaran, dirilis pada 2010 lalu. Hingga 9 tahun berjalan, belum ada kabar March versi anyar.

Pada awal kemunculannya tahun 1997 di Jepang, Nissan March benar-benar menunjukkan tajinya. Kala itu, mobil kecil ini terjual lebih dari 140 unit setiap bulan. Bahkan menempati posisi kedua penjualan di negeri Matahari Terbit itu. Pada 2003, March mulai turun menempati posisi ketiga.

1 dari 5 Halaman

Dikembangkan Bersama Mirage

Tak Dilirik di Indonesia, Nasib Nissan March di Jepang Juga Tak JelasDikembangkan Bersama Mirage

Lalu, kabar kedua menyebutkan bahwa March akan memiliki generasi baru yang merupakan hasil pengembangan bersama partner Nissan, Mitsubishi Motors.

Jika kabar kedua benar, maka March kemungkinan akan dikembangkan bersama dengan Mirage. Sebagai infromasi, Mitsubishi Mirage pun di Indonesia sudah tidak dijual.

Compact-hatchback Mitsubishi itu dibekali mesin yang sama dengan March, 1.2L 3-silinder. Bodi dan harganya ada di kisaran yang sama. Jika keduanya salling berbagai platform, mesin, drive train, dan semua hal, kemungkinan harganya akan turun banyak.

Tapi sejauh ini belum diketahui siapa yang akan memimpin pengembangan proyek kolaborasi ini. Entah Nissan atau Mitsubishi. Tapi hal ini patut diantisipasi, mengingat barang kali proyek ini akan menjadi strategi baru kedua pabrikan.

2 dari 5 Halaman

Tipe Akan Lebih Banyak

Tak Dilirik di Indonesia, Nasib Nissan March di Jepang Juga Tak JelasTipe Akan Lebih Banyak

Jika melihat kolaoborasi keduanya di produk lain, pengembangan masih didominasi oleh Mitsubishi. Generasi Mirage saat ini di Jepang, hanya memiliki dua tipe dengan penggerak roda depan (FWD). Kemungkinan, jika akan berduet dengan March akan ada pilihan penggerak 4 roda (4WD).

Bahkan mungkin bisa dikembangkan hingga memiliki 10 pilihan tipe, termasuk model sport yang dianggap bisa mendongkrak penjualan. Kemungkinan keduanya akan mulai dikembangkan pada tahun 2022, dengan produksi yang juga belum diketahui apakah tetap di Thailand atau ditarik ke Jepang.

3 dari 5 Halaman

/p/21n2.jpg

Tak Dilirik di Indonesia, Nasib Nissan March di Jepang Juga Tak Jelas/p/21n2.jpg

Sejak hadirnya mobil LCGC (low cost green car), segmen city car tampak mulai meredup. Bahkan beberapa produk di kelas tersebut terpaksa harus disuntik mati lantaran penjualannya yang buruk, sebut saja Toyota Etios Valco.

Salah satu city car non-LCGC yang mulai terlupakan ialah Nissan March. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), angka penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) mobil ini tak sampai 50 unit per bulan.

Pada Januari 2019 lalu, tercatat angka distribusi Nissan March mencapai 25 unit dan sempat naik menjadi 44 unit di Februari. Perlahan angka tersebut turun dari Maret 39 unit, April 9 unit, dan Mei 8 unit saja.

Lantas, apa yang membuat Nissan March secara perlahan ditinggalkan oleh pasar otomotif Indonesia?

 

4 dari 5 Halaman

Tak Dilirik di Indonesia, Nasib Nissan March di Jepang Juga Tak Jelas

Kemungkinan terbesar ialah harganya. Sejak 2013 lalu, Nissan March berstatus CBU (completely built-up) atau didatangkan secara utuh dari Thailand sehingga banderolnya cukup tinggi, Rp185,8 - 225,6 juta.

Dengan harga tersebut, tak banyak fitur yang ditawarkan. Nissan March masih menggunakan lampu-lampu bohlam dan LED hanya ada di taillight serta DRL. Namun di interior telah terpasang head-unit yang dapat terhubung ke smartphone.

Meski dimensinya tak terlalu besar, Nissan March masih memiliki bagasi di belakang baris kedua. Karena bodinya yang compact, radius putar mobil ini termasuk yang terbaik di kelasnya, mencapai 4,2 meter.

5 dari 5 Halaman

Tak Dilirik di Indonesia, Nasib Nissan March di Jepang Juga Tak Jelas

Selain itu, performa Nissan March berada di bawah mobil lain dengan kubikasi yang sama. Mengandalkan mesin 1.200 cc, hatchback ini mendapat asupan tenaga sebesar 75 hp. Sedangkan varian 1.500 cc hanya menghasilkan 100,6 hp.

Sebagai perbandingan, mesin 1.200 cc Honda Brio Satya menyemburkan tenaga sebesar 88 hp dan Daihatsu Ayla 89 hp. Sedangkan mesin 1.500 cc Honda Mobilio sanggup menghasilkan daya 116 hp dan Toyota Avanza 105 hp.

Dengan catatan penjualan yang terus menurun apakah PT Nissan Motor Indonesia (NMI) akan menyuntik mati Nissan March atau tetap mempertahankannya dan justru menghadirkan model baru? Kita tunggu saja.

BERI KOMENTAR