HOME » BERITA » TAK DISARANKAN PAKAI SCUBA ATAU BUFF SAAT BERKENDARA DI MASA COVID-19, BEGINI ALASANNYA

Tak Disarankan Pakai Scuba atau Buff Saat Berkendara di Masa COVID-19, Begini Alasannya

Begini alasan scuba dan buff tidak disarankan dipakai saat berkendara di masa pandemi COVID-19

Senin, 05 Oktober 2020 22:15 Editor : Ahmad Muzaki
Tak Disarankan Pakai Scuba atau Buff Saat Berkendara di Masa COVID-19, Begini Alasannya
Petugas Satpol PP memeriksa pengendara motor saat operasi kepatuhan disiplin masker di kawasan Waduk Sunter, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Operasi yang rutin diadakan setiap hari tersebut dilakukan guna menekan penyebaran COVID-19. (Liputan6.com/Immanuel An

OTOSIA.COM - Di masa pandemi Corona (COVID-19) setiap pengendara kendaraan bermotor diwajibkan untuk memakai masker. Namun ada dua jenis masker yang tidak disarankan dipakai, yakni buff dan scuba.

Melansir Liputan6.com, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menjelaskan bahwa terdapat 3 jenis masker yang dianjurkan selama pandemi, yakni masker N95, masker bedah, dan masker kain.

"Masyarakat tidak boleh sembarangan menggunakan masker kain, terutama kain tipis seperti masker scuba dan buff. Penggunaan masker kain setidaknya dua lapis," katanya, melalui keterangan pers, ditulis Rabu (23/9/2020).

Perlu diketahui masker kain hanya bisa dipakai maksimal selama 3 jam. Setelah itu wajib diganti dengan masker bersih, karena lapisan bagian dalam bisa menyerap cairan mulut.

1 dari 3 Halaman

Penggunaan Berlapis

Meski tidak disarankan, namun sejauh ini belum ada pelarangan pemakaian masker scuba atau buff saat berkedara. Oleh sebab itu, ada trik jika memang Otolovers tetap ingin memakai dua jenis masker tersebut.

Menurut Pratiwi Pujilestari Sudarmono, ahli mikrobiologi dari Universitas Indonesia, masker scuba umumnya memiliki kerapatan yang kurang sehingga tidak efektif digunakan mencegah penularan. Lantas bagaimana kalau penggunaannya berlapis?

"Kalau mau (bisa) rangkap tiga, empat, atau lima, beberapa (lapis). Kalau masker medis waktu kita lihat cara mereka membuat itu kan lapisannya dilapis, dilapis, dilapis sampai berkali-kali," kata Pratiwi saat dihubungi oleh Health Liputan6.com pada Kamis (24/9/2020).

Namun, penggunaan masker scuba yang berlapis-lapis semacam ini malah akan menambah rasa tidak nyaman saat memakainya.

2 dari 3 Halaman

Sarankan Pakai Masker Kain 3 Lapis

Pratiwi menjelaskan, untuk mencoba apakah sebuah masker efektif atau tidak, bisa menggunakan cara sederhana yaitu meniup lilin atau korek api sambil menggunakan masker.

"Selama meniup dan lilinnya masih bisa mati berarti dia masih bolong udaranya. Padahal kerapatannya harus kurang dari 0,1 mikron kalau mau menahan virus atau kalau masker kain paling-paling 0,3 mikron."

"Kalau masker yang N95 misalnya itu sampai 0,1 mikron," Pratiwi menambahkan.

3 dari 3 Halaman

N95

Namun, Pratiwi menegaskan bahwa masker N95 hanya diperuntukkan tenaga medis karena pembuatannya yang khusus.

Terkait hal tersebut Pratiwi pun mengatakan bahwa masker kain tiga lapis pun lebih disarankan untuk digunakan oleh masyarakat.

"Daripada merangkap itu (masker scuba atau buff) mendingan pakai masker kain tiga lapis," katanya.

Ia menambahkan, saat ini sudah banyak masker kain yang harganya lebih murah ketimbang masker berjenis scuba. "Jadi pakai kain saja tiga lapis, itu sudah cukup."

BERI KOMENTAR