HOME » BERITA » TAK HANYA DI JAKTIM, JENAZAH PASIEN COVID-19 JUGA DIANGKUT PAKAI MOBIL DINAS DISHUB DI JAKSEL

Tak Hanya di Jaktim, Jenazah Pasien COVID-19 juga Diangkut Pakai Mobil Dinas Dishub di Jaksel

Mobil operasional milik Dinas Perhubungan di DKI Jakarta disulap menjadi mobil ambulans untuk mengevakuasi jenazah pasien COVID-19.

Jum'at, 02 Juli 2021 15:15 Editor : Dini Arining Tyas
Tak Hanya di Jaktim, Jenazah Pasien COVID-19 juga Diangkut Pakai Mobil Dinas Dishub di Jaksel
Mobil operasional Dishub dipakai angkut jenazah pasien COVID-19 (Antara)

OTOSIA.COM - Kasus positif COVID-19 dan kematian akibat COVID-19 terus bertambah. Pemerintah terus berupaya agar laju penyebaran COVID-19 bisa teratasi.

Banyaknya kasus baru juga membuat para petugas cukup kewalahan. Belalkangan, mobil operasional Dinas Perhubungan turut dipakai untuk mengangkut jenazah pasien COVID-19.

Jenazah warga positif COVID-19 dievakuasi Satuan Pelaksana Perhubungan Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Evakuasi menggunakan mobil dinas perhubungan dilakukan untuk menyiasati tingginya kebutuhan ambulans rumah sakit.

1 dari 3 Halaman

"Tingginya angka kasus Covid akhir ini membuat kami berpartisipasi terkait penanganan pasien COVID-19," kata Kepala Satuan Pelaksana Perhubungan Cilandak Eko Budi Prabowo di Jakarta Selatan, Kamis (1/7).

Pihaknya mengevakuasi jenazah warga positif COVID-19 di Jalan Wijaya Kusuma II di RT 7/RW4 Pondok Labu, Cilandak, menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rorotan untuk dimakamkan.

Petugas Dinas Perhubungan kemudian melengkapi diri dengan menggunakan baju hazmat atau alat pelindung diri (APD) agar terhindar dari paparan virus cirona (COVID-19).

 

2 dari 3 Halaman

Pihaknya menyiagakan dua personel dan satu-satunya mobil dinas untuk membantu evakuasi jenazah warga positif COVID-19. Mobil dinas bercat putih itu kemudian dimodifikasi dengan dibuat sekat antara pengemudi dan bagian belakang serta melepas bangku di baris kedua dan ketiga.

Setelah melakukan evakuasi, petugas dan mobil dinas akan didisinfektan untuk menghindari penularan COVID-19. Namun mengingat keterbatasan personel dan mobil dinas, pihaknya tidak bisa beroperasi selama 24 jam tetapi hanya selama jam kerja.

3 dari 3 Halaman

Kondisi itu juga menyesuaikan dengan keadaan di TPU yang menerima pemakaman jenazah hingga diperkirakan pukul 18.00 Wib. Dalam menjalankan operasi bantuan tersebut, pihaknya juga berkoordinasi dengan Puskesmas setempat.

"Manakala Puskesmas terjadi kekosongan ambulans dan dia sudah sana sini termasuk swasta, yayasan atau masjid ternyata penuh, baru kami diminta bantuan karena mendesak dan menghindari jenazah terlantar," katanya. Seperti dikutip Antara.

Reporter: Henny Rachma Sari

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR