HOME » BERITA » TAK HANYA MOBIL LISTRIK, PEMERINTAH BAKAL DORONG MASYARAKAT PAKAI KOMPOR LISTRIK

Tak Hanya Mobil Listrik, Pemerintah Bakal Dorong Masyarakat Pakai Kompor Listrik

Untuk kembali meningkatkan konsumsi listrik, pemerintah akan mendorong penggunaan mobil listrik dan kompor listrik. Selain itu pemerintah juga akan mencari konsumen baru.

Kamis, 14 Januari 2021 16:15 Editor : Dini Arining Tyas
Tak Hanya Mobil Listrik, Pemerintah Bakal Dorong Masyarakat Pakai Kompor Listrik
Hyundai Ioniq listrik (Hyundai Indonesia)

OTOSIA.COM - Pembatasan sejumlah kegiatan akibat COVID-19 membuat konsumsi listrik sepanjang 2020 menurun. Pemerintah pun akan berupaya mencara konsumen baru untuk mendongkrak kembali konsumsi listrik.

Salah satu upaya yang akan ditempuh adalah mendorong masyarakat untuk menggunakan mobil listrik dan kompor listrik.

"Kita memang harus cari demand baru. Yang depan mata kan industri dan bisnis kan memang belum recover kan. Listrik juga bisa standby ya. Untuk jangka menengah, itu tergantung kita akselerasi apa enggak. Kita mendorong dua hal, konsumsi ya kita create demand baru. Mobil listrik dan kompor listrik kita akselerasi," ujar Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana, Rabu (13/1/2021).

1 dari 2 Halaman

Khusus untuk kompor listrik, pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Pertama, merancang kompor listrik yang aman bagi masyarakat. Hal tersebut untuk memastikan rasa aman bagi penggunanya.

"Mereka satu, yang namanya berubah pasti banyak pertimbangan. Satu, ngejepret enggak. Kedua, nyetrum enggak. Ketiga, tagihan listrik saya naik dong. Keempat pancinya mahal. Itu kita sudah data. Kita obrolin juga ke akademisi dan itu kita carikan jalan," jelas Rida.

Pengalihan kompor gas ke kompor listrik tersebut membutuhkan upaya khusus sama seperti mengubah kebiasaan masyarakat dari kompor minyak ke LPG. Meski demikian, keterlibatan APBN tetatp harus dilakukan agar rencana ini sukses.

"Kalau perlu kita lakukan konversi LPG seperti dulu. Ada paket perdana. Kita kasih tabung melon satu sama kompor kan, terus dilepas. Nah, ujung ujungnya bisa meninggalkan minyak tanah. Konsep itu lagi kita godog," jelasnya.

2 dari 2 Halaman

"Kita lagi hitung berapa kira kira kalau ada campur tangan APBN, benefitnya berapa. Itu masih kita kaji. Penggunaan LPG 3 kg kan juga karena subsidi kan, meksipun banyak juga yang kurang tepat sasaran. Kalau itu bisa dilakukan konversi kompor induski kita bisa kurangi belanja negara," sambungnya.

Rida melanjutkan, cara lain untuk mendorong konsumsi listrik adalah dengan melakukan ekspor listrik ke negara negara tetangga. Salah satu negara sasaran adalah Singapura. "Itu juga bisa juga buat ekspor tuh. Singapura kan beli listrik dari Laos, lewat Thailand, Malaysia baru ke Singapura. Nah, kenapa gak beli dari Indonesia. Kita juga lagi jajaki itu, dan transmisi itu yang penting," tandasnya.

Penulis: Anggun P Situmorang

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR