HOME » BERITA » TAK HANYA PENYEKATAN, PEMERINTAH PERKETAT SYARAT PERJALANAN BEPERGIAN DI JABODETABEK

Tak Hanya Penyekatan, Pemerintah Perketat Syarat Perjalanan Bepergian di Jabodetabek

Pengguna transportasi umum maupun mobil pribadi harus memenuhi syarat perjalanan di tengah PPKM Darurat. Kemenhub kini memperketat syarat perjalanan untuk menekan mobilitas.

Jum'at, 09 Juli 2021 11:45 Editor : Dini Arining Tyas
Tak Hanya Penyekatan, Pemerintah Perketat Syarat Perjalanan Bepergian di Jabodetabek
PSBB tahun 2020 (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Penggunaan transportasi umum di saat PPKM Darurat masih diizinkan. Hanya saja ada beberapa aturan dan syarat perjalanan yang harus dipenuhi oleh para pengguna transportasi umum.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menginstruksikan untuk memperketat syarat perjalanan menggunakan transportasi umum dan pribadi, guna menurunkan tingkat pergerakan masyarakat di wilayah aglomerasi seperti Jabodetabek.

"Di hari ke lima pelaksanaan PPKM Darurat, mobilitas masyarakat di Jabodetabek dan di Jakarta masih relatif tinggi dilihat dari presentase penurunan mobilitas yang belum signifikan atau masih di bawah 30 persen dibandingkan masa sebelum PPKM Darurat," kata Budi dikutip Antara, Kamis (8/7/2021).

1 dari 3 Halaman

Dia menjelaskan, di masa PPKM Darurat yaitu di tanggal 5-6 Juli 2021, pergerakan penumpang KRL Jabodetabek mengalami penurunan 21-25 persen atau sekitar 237 ribu hingga 267 ribu penumpang per hari, dibandingkan dengan sepekan sebelum masa PPKM Darurat atau sekitar 319 ribu hingga 330 ribu penumpang per hari.

Begitupun di moda transportasi darat, untuk pergerakan penumpang di 31 terminal Tipe A di masa PPKM Darurat mengalami penurunan sekitar 31,5 persen atau sekitar 30 ribu penumpang per hari, dibandingkan sebelum masa PPKM Darurat yang mencapai sekitar 53 ribu penumpang per hari.

Sementara, pada angkutan penyeberangan pergerakan penumpang mengalami penurunan sekitar 19 persen atau sekitar 35 ribu penumpang per hari, dibandingkan sebelum masa PPKM Darurat yang mencapai sekitar 46 ribu penumpang per hari.

2 dari 3 Halaman

Kemudian, dari pantauan pergerakan kendaraan di 4 Gerbang Tol Utama yaitu: Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi, tercatat pergerakan kendaraan yang masuk Jabodetabek mengalami penurunan 28 persen atau sekitar 87 ribu kendaraan per hari, dibandingkan dengan masa sebelum PPKM Darurat yang mencapai 120 ribu kendaraan per hari.

Sedangkan, pergerakan kendaraan yang keluar Jabodetabek mengalami penurunan 16 persen atau sekitar 99 ribu kendaraan per hari, dibandingkan dengan masa sebelum PPKM Darurat yang mencapai 117 ribu kendaraan per hari.

"Ada arahan dari Bapak Presiden melalui Pak Menkomarves bahwa untuk menurunkan angka kasus harian Covid-19 di Indonesia, diperlukan penurunan tingkat mobilitas masyarakat sekitar 30 sampai 50 persen. Untuk itu kita perlu melakukan upaya yang lebih, agar ke depannya jumlah pergerakan masyarakat bisa lebih menurun lagi," ucap Menhub.

3 dari 3 Halaman

Menhub menginstruksikan kepada Dirjen Perhubungan Darat dan Perkeretaapian untuk mempersiapkan Surat Edaran baru untuk lebih memperketat syarat perjalanan, seperti misalnya memberlakukan syarat bagi penumpang untuk menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI Jakarta, bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan menuju Jakarta.

Dengan menjadikan STRP sebagai syarat penumpang, diharapkan dapat menurunkan tingkat pergerakan atau mobilitas masyarakat.

Reporter: Siti Nur Azzura

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR