HOME » BERITA » TAK HANYA TAKBIR KELILING, PEMKOT TANGERANG JUGA LARANG SAHUR ON THE ROAD

Tak Hanya Takbir Keliling, Pemkot Tangerang Juga Larang Sahur On The Road

Pemkot Tangerang menerbitkan aturan tentang panduan selama bulan Ramadan dan Idul Fitri di masa pandemi COVID-19. Beberapa poin di antaranya adalah tentang larangan melakukan sahur on the road dan takbir keliling.

Jum'at, 09 April 2021 17:45 Editor : Dini Arining Tyas
Tak Hanya Takbir Keliling, Pemkot Tangerang Juga Larang Sahur On The Road
Ilustrasi sahur on the road (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Aktivitas-aktivitas yang hanya bisa dilkukan saat bulan Ramadan sering kali menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Contohnya, buka bersama, ngabuburit, hingga melakukan sahur on the road.

Tapi, sejak tahun 2020, aktivitas-aktivitas tersebut dilarang untuk menekan penularan virus Corona (COVID-19). Tahun ini sederet kegiatan itu juga masih tetap dilarang lantaran situasi yang belum kondusif.

Pemerintah Kota Tangerang menerbitkan surat edaran Wali Kota Nomor : 180 / 1208 -Hukum/2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri Pada Masa pandemi Corona Virus Disease 2019. Hal ini menyusul diterbitkannya surat edaran Kementerian Agama RI tentang Panduan Pelaksanaan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah atau 2021.

1 dari 2 Halaman

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menjelaskan, dalam surat edaran tersebut pelaksanaan salat tarawih dan salat Idulfitri diperbolehkan untuk dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Jumlah rakaat dapat disesuaikan dengan kebiasaan yang dilakukan oleh setiap masjid atau musala. Pengurus masjid atau musala dapat mengatur kapasitas jamaah 50 persen dari kapasitas masjid atau musala dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat," jelas Arief saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (8/4/21).

Selain itu, Arief juga menegaskan, pengurus masjid atau musala wajib membentuk satgas COVID-19 yang bertanggung jawab dan memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik.

"Satgas dapat menginformasikan kepada jamaah bahwa tempat ibadah selalu dilakukan penyemprotan disinfektan, menyediakan sarana tempat cuci tangan di pintu masuk masjid. Jamaah agar dapat membawa sajadah dan mukena masing-masing serta harus memakai masker dan menjaga jarak," katanya lagi.

2 dari 2 Halaman

Selanjutnya, kegiatan buka puasa bersama dapat dilaksanakan sepanjang mematuhi jumlah kehadiran 50 persen dari kapasitas ruangan, serta mematuhi protokol kesehatan yang ketat serta harus mendapatkan izin dari satgas COVID-19.

Namun, Arief melarang sejumlah kegiatan yang memancing kerumunan yang biasanya dilakukan selama ramadan. "Untuk sahur on the road, takbir keliling, dan kegiatan berkerumun lainnya tidak diperbolehkan," tegasnya.

Selanjutnya, ketika Salat Idulfitri, diperbolehkan pelaksanaannya di masjid atau lapangan terbuka. Tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan ketat, serta dibentuknya Satgas COVID-19. "Tapi jika perkembangan COVID-19 mendapat peningkatan, maka Salat Idulfitri dapat ditiadakan," kata Arief.

Vaksinasi boleh dilakukan selama bulan Ramadan dengan berpedoman pada fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2021 tentang hukum COVID-19 pada saat berpuasa. 

Reporter: Pramita Tristiawati

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR